Ruang Redaksi – Sebuah bentrokan berdarah pecah di area parkir King Karaoke, Jalan Diponegoro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada dini hari. Insiden maut yang melibatkan sekelompok orang tak dikenal (OTK) ini mengakibatkan seorang pria paruh baya tewas dan dua orang lainnya termasuk seorang anggota TNI mengalami luka tusuk serius.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban meninggal dunia diketahui berinisial T (53), warga Kelurahan Binanga. Korban mengembuskan napas terakhirnya di RS Bhayangkara Mamuju akibat pendarahan masif dari luka sayat di tangan kiri dan luka tusuk di perut kiri atas.

Sementara itu, dua korban luka lainnya adalah K (41), seorang anggota TNI dari Kodim 1418 Mamuju yang mengalami dua luka tusuk di punggung dan kini dirawat intensif di RS Mitra Manakarra. Satu korban lagi berinisial D (24), warga Kelurahan Karema, yang mengalami luka dan nyeri pada bahu kiri.

Detik-detik mencekam peristiwa ini sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, terlihat sekelompok OTK tiba menggunakan sepeda motor. Mereka sempat terlibat cekcok mulut sebelum akhirnya situasi memanas dan berujung pada perkelahian sengit.

Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, bentrokan ini diduga dipicu oleh peristiwa penganiayaan yang terjadi sebelumnya. Korban D mengaku sempat dipukul oleh seseorang di dalam Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut.

Mendengar kabar itu, pihak keluarga D bergegas mendatangi lokasi untuk mencari tahu apa yang terjadi. Namun sesampainya di sana, situasi sudah chaos. Bentrokan fisik sudah pecah, hingga akhirnya korban T ditemukan tergeletak bersimbah darah di sekitar area parkir sebelum dievakuasi ke rumah sakit.

Bergerak cepat setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, Tim Resmob bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mamuju langsung melakukan pengejaran. Polisi akhirnya berhasil meringkus seorang pemuda berinisial M.A.F. (20), warga Kelurahan Karema.

Selain mengamankan M.A.F., polisi juga menyita sebilah senjata tajam jenis badik yang diduga kuat digunakan pelaku untuk menganiaya para korban.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan penangkapan tersebut. Kepada polisi, terduga pelaku telah mengakui perbuatannya.

“Pelaku berhasil diidentifikasi berinisial M.A.F. Setelah kami amankan dan lakukan interogasi, yang bersangkutan mengaku telah melakukan penikaman terhadap kedua korban dengan menggunakan sebilah badik,” ujar Iptu Herman Basir.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan motif utama di balik penyerangan brutal tersebut. M.A.F. kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Mamuju.

“Motif dan kronologi lengkapnya masih kami dalami melalui pemeriksaan intensif. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan alat bukti lengkap, akan segera kami sampaikan secara resmi ke publik,” pungkas Herman.