Ruang Redaksi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat persatuan dalam membangun daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat saat menghadiri Pawai Ta’aruf Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam rangka memeriahkan Tahun Baru 1448 Hijriah dan menyambut Hari Jadi ke-486 Kabupaten Mamuju.

Pawai Ta’aruf digelar oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju, Sabtu (5/7/2026).

Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi Hadir bersama Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana dan Forkopimda Kabupaten Mamuju serta sejumlah majelis taklim.

Dalam sambutan gubernur SDK yang dibacakan Sekretaris Daerah, disampaikan bahwa pawai tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari syiar Islam yang mengajak masyarakat memperbaiki diri.

“Hari ini kita tidak sekadar berjalan bersama dalam sebuah pawai. Kita sedang membawa syiar Islam ke tengah masyarakat. Kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa pergantian tahun Hijriah bukan hanya pergantian angka dalam kalender, melainkan panggilan untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik,” demikian kutipan sambutan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai awal untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan membangun optimisme dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk berhijrah dari perpecahan menuju persatuan, dari kelalaian menuju ketaatan, dari sikap saling menyalahkan menuju saling menguatkan, serta dari pesimisme menuju harapan yang penuh keberkahan.

Selain menjadi bagian dari syiar Islam, Pawai Ta’aruf diharapkan memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi karakter masyarakat Mamuju.

Usai kegiatan, Sekretaris Daerah Sulawesi Barat mengatakan peringatan Tahun Baru Hijriah harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh umat Islam agar terus melakukan perbaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya tentu dengan kegiatan pawai ini ada introspeksi-introspeksi kita sebagai umat Islam dalam menyambut tahun baru Hijriyah itu kita melihat ke belakang apa yang sudah baik menurut kita, apa yang belum baik, kita perbaiki,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan semangat Tahun Baru Hijriah dengan Hari Jadi ke-486 Kabupaten Mamuju. Menurutnya, semangat evaluasi dan pembaruan harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah.

“Demikian juga untuk Pemkab Mamuju dengan visinya itu Mamuju semakin keren, tentu dengan hari jadi yang 486 ini itu harus melakukan perubahan. Apa yang sudah baik itu dipertahankan dan ditingkatkan. Apa yang belum baik itu dibuat menjadi baik untuk masyarakat Mamuju yang semakin keren,” katanya. (Rls)