Ruang Redaksi — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi 230 pejabat administrator, pengawas, serta fungsional di lingkungan Pemkab Polman. Prosesi rotasi dan penyegaran birokrasi ini berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Rabu (7/10/2026).
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, tersebut turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda Polman, serta pejabat di lingkungan Pemkab.
Rotasi jabatan ini ditetapkan berdasarkan Lampiran Surat Keputusan Nomor: B/800.1.3.3/ /BKPSDM/2026 tertanggal 6 Oktober 2026 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah, Nursaid. Pergeseran posisi ini mencakup sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga tingkatan kecamatan dan kelurahan.
Dalam arahannya, Bupati Samsul Mahmud menyampaikan apresiasi atas semangat para pejabat yang dilantik.
“Jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dibuktikan kepada masyarakat. Tantangan pemerintahan saat ini sangat kompleks dan bergerak cepat. Sebagai birokrasi, para pejabat harus terus memacu diri, mengasah kapasitas, dan tidak sekadar menjalankan rutinitas,” ujar Samsul.
Ia menegaskan pentingnya responsivitas dan kehadiran pejabat di tengah warga. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang ASN bukan lagi seberapa tinggi posisi sosialnya di masyarakat, melainkan pada kinerjanya dalam memberikan solusi.
“Yang paling utama, pejabat yang dilantik hari ini bukan hanya duduk di kantor, tetapi harus turun langsung ke masyarakat, mendengarkan persoalan mereka, dan memberikan solusi. Jika tidak bisa beradaptasi dan berkinerja baik, maka kinerja itu sendiri yang akan meninggalkan Saudara,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Polman menyampaikan empat pesan utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh pejabat yang baru dilantik:
Menjaga Integritas: Jabatan dan tempat tugas boleh berpindah, namun integritas tidak boleh goyah.
Meningkatkan Kedisiplinan dan Kinerja: Pejabat diharapkan tidak sekadar hadir secara fisik di kantor, tetapi hadir menyelesaikan masalah warga.
Membangun Kolaborasi: Menghilangkan ego sektoral karena tidak ada satu pun OPD yang bisa bekerja sendiri tanpa kerja sama.
Menjadi Teladan: Khususnya bagi pejabat administrator dan pengawas agar menjadi pemimpin yang tidak hanya memberi perintah, tetapi memberi contoh.




