Ruang Redaksi – Sebagai langkah nyata menjawab keluhan warga terkait banjir tahunan di kawasan perkotaan, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, mengambil langkah taktis dengan mengerahkan alat berat pribadi untuk melakukan pengerukan sungai di Lingkungan Kiri-Kiri, Kelurahan Darma, pada Sabtu (9/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Satu unit ekskavator telah bersiaga di lokasi untuk mengangkat sedimentasi sungai yang selama ini memicu luapan air saat curah hujan tinggi.

Samsul Mahmud menegaskan bahwa pengerahan alat berat milik pribadinya ini bertujuan untuk mempercepat penanganan tanpa harus menunggu birokrasi alat daerah yang mungkin sedang terpakai di titik lain.

“Alat berat pribadi saya turunkan langsung untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Polewali. Ini adalah bukti keseriusan kami dalam merespons cepat keluhan masyarakat,” tegas Samsul Mahmud, kepada wartawan.

Ia mengakui bahwa kawasan perkotaan Polewali memang menjadi langganan banjir sejak sebelum masa jabatannya. Namun, pihaknya berkomitmen melakukan penanganan secara bertahap melalui normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase secara masif.

Sementara itu, Lurah Darma, Suryanti, menjelaskan bahwa normalisasi ini akan menyasar aliran sungai sepanjang kurang lebih 500 meter, mulai dari kawasan pemancingan hingga ke ujung area persawahan.

“Volume sungai memang sudah menurun drastis akibat pendangkalan. Kami targetkan pengerukan sepanjang 500 meter, sementara lebarnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Suryanti, saat ditemui, Minggu (10/5/2026).

Dari hasil peninjauannya beberapa waktu lalu, Suryanti juga menyoroti adanya bangunan warga yang berdiri di atas mulut sungai dan bantaran, yang menyebabkan penyempitan aliran. Selain itu, tumpukan sampah pada gorong-gorong di area depan SMA 3 Polewali turut menjadi penyebab tersumbatnya air.

“Ada pemukiman di bagian belakang dan samping PLN yang menjorok ke sungai. Kami sudah berkoordinasi dan akan menyampaikan langsung kepada pemilik lahan bahwa pembangunan di bantaran sungai sangat menghambat aliran air,” jelasnya.

Suryanti berharap pengerukan ini bisa segera tuntas sebelum intensitas hujan semakin tinggi. Menurutnya, tanpa normalisasi, air dari Sungai Koppe dipastikan akan terus meluap ke badan jalan.