Ruang Redaksi – Seekor sapi jenis Limosin asal Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat. Sapi berukuran jumbo yang akrab disapa “Bagong” ini resmi terpilih menjadi sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk wilayah Sulawesi Barat.
Bukan tanpa alasan, Bagong berhasil menyingkirkan 20 kandidat sapi hebat lainnya di Polman setelah melalui tahapan seleksi kesehatan dan fisik yang sangat ketat.
Bagong memiliki bobot fantastis mencapai 1.150 kilogram atau 1,15 ton. Pemiliknya, Rijal, mengaku telah merawat sapi ini dengan penuh ketelatenan sejak lahir (usia 0 bulan) hingga kini menginjak usia 3,5 tahun.
Untuk menjaga kualitas dan kebugaran sang primadona, Rijal menerapkan pola perawatan yang disiplin. Bagong dimandikan dua kali sehari, pagi dan sore. Urusan perut pun tidak main-main, sapi ini diberi makan empat kali sehari dengan menu rumput pilihan yang dikombinasikan dengan konsentrat.
“Rahasianya hanya telaten saja menjaga pakan dan pola makan yang rutin. Dokter hewan juga rutin memantau kesehatannya setiap tiga bulan sekali,” ungkap Rijal saat ditemui di kandangnya.
Mengingat statusnya sebagai sapi kepresidenan, keamanan Bagong kini ditingkatkan setara pengamanan VIP. Rijal tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun menjelang hari penyembelihan.
Fasilitas di kandang Bagong kini dilengkapi dengan kamera CCTV yang memantau kondisi sapi selama 24 jam nonstop. Kandang dipasangi jaring dan digembok rapat, bahkanRijal menjaga langsung dengan ronda di lokasi setiap malam.
Untuk menjaga badan dari gigitan nyamuk Pemikuk sapi menggunakan perapian khusus dinyalakan di sekitar kandang agar Bagong tidak terganggu gigitan nyamuk.
Bagi Rijal, terpilihnya Bagong oleh Sekretariat Presiden adalah pencapaian tertinggi selama ia menjadi peternak. Meski sebelumnya kakak dari Bagong pernah terjual seharga Rp40 juta, Bagong memecahkan rekor keluarga dengan harga jual mencapai Rp118 juta.
“Saya bangga sekali dan senang karena sapi ini saya pelihara dari kecil. Ini pertama kalinya saya mencoba mendaftarkan sapi saya, dan Alhamdulillah langsung lolos sebagai peringkat pertama dalam seleksi,” kenang Rijal dengan wajah sumringah.
Meskipun kesepakatan harga telah tercapai, Rijal menjelaskan bahwa proses administrasi pembayaran biasanya akan diselesaikan secara resmi sesuai prosedur Sekretariat Presiden.
Kehadiran Bagong menjadi bukti bahwa peternak lokal di Sulawesi Barat, khususnya di Wonomulyo, memiliki kemampuan luar biasa dalam menghasilkan ternak kualitas unggul berskala nasional.
Selain Bagong terdapat empat sapi jumbo asal Polewali Mandar yang menjadi sapi Banmas Presiden. Bima Jenis Simental dengan Bobot 1.053 kg, Blecki Jenis Brangus Bobot 1.011 kg, dan Arjuna Jenis Simental Bobot 960,3 kg.




