Ruang Redaksi – Aksi kriminalitas dengan modus pecah kaca mobil kembali memakan korban. Kali ini, uang tunai sebesar Rp100 juta milik seorang wiraswasta asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) raib digondol maling hanya dalam waktu 15 menit saat ditinggal makan siang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa nahas tersebut terjadi di depan Masjid Merdeka, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, pada Kamis (16/7/2026).

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, memimpin langsung personelnya menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan intensif.

Korban diketahui bernama Arifuddin (51), warga Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Polman. Kejadian bermula saat Arifuddin bersama istrinya, Wahyuniati (44), baru saja melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar di Bank BRI Cabang Majene sekitar pukul 11.30 WITA.

Setelah mencairkan uang, pasutri ini melanjutkan perjalanan menuju Wonomulyo. Di tengah jalan, mereka sempat berhenti untuk membeli air minum, sebelum akhirnya memutuskan singgah untuk makan siang di Warung Coto Linor yang terletak tepat di depan Masjid Merdeka.

Mobil pick-up Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi DC 8418 CZ milik korban diparkir di area depan masjid. Namun, baru sekitar 15 menit ditinggal menyantap hidangan, nasib buruk menimpa mereka.

Saat kembali ke mobil, Arifuddin terkejut melihat kaca kendaraannya sudah dalam kondisi hancur berantakan. Uang tunai sebesar Rp100 juta yang disimpan di dalam kabin mobil telah raib tanpa bekas.

Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, didampingi Aiptu Sapiuddin, bergerak cepat melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket), serta menyisir area sekitar untuk mencari bukti petunjuk.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku. Saat ini, tim sedang melakukan pengecekan terhadap sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar AKP Sandy Indrajatiwiguna.

Selain melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari korban serta saksi mata, pihak kepolisian juga telah mengarahkan korban untuk segera membuat laporan resmi di Polres Polewali Mandar guna penanganan hukum lebih lanjut.

Belajar dari insiden ini, AKP Sandy memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak memberi celah bagi pelaku kejahatan.

Ia meminta warga untuk tidak sekali-kali meninggalkan uang tunai maupun barang berharga di dalam kendaraan, terutama saat diparkir di tempat umum atau tanpa pengawasan.

“Modus pecah kaca ini mengincar kelengahan korban. Kami meminta masyarakat untuk selalu waspada dan jika membawa uang dalam jumlah besar, sebaiknya meminta pengawalan dari pihak kepolisian demi keamanan,” pungkasnya.