Ruang Redaksi – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di dekat SPBU Sarampu, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Sabtu dini hari (18/7/2026).
Insiden yang diduga kuat dipicu akibat dari aktivitas bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) ini menghanguskan dua unit rumah dan satu mobil minibus.
Kerugian materiil akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.45 WITA ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, dalam keterangannya menyebut bahwa amukan si jago merah masuk dalam klasifikasi kebakaran Kelas A dan B karena melibatkan material padat serta cairan mudah terbakar.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, petaka ini bermula saat sejumlah warga tengah melakukan aktivitas bongkar muat BBM di salah satu rumah.
Secara mengejutkan, percikan api tiba-tiba muncul dari sebuah minibus Toyota Kijang Kotak yang terparkir di lokasi. Percikan tersebut langsung menyambar jeriken dan drum berisi BBM yang berada di dekatnya.
Karena volume bahan bakar yang cukup besar, api dengan cepat berkobar hebat dan menimbulkan kepulan asap tebal. Dalam hitungan menit, api langsung merembet dan melalap bangunan di sekitarnya.
Dua unit rumah warga beserta mobil Toyota Kijang yang menjadi sumber api dilaporkan mengalami Rusak Berat (RB) hingga hangus tak bersisa. Sementara itu, satu unit rumah lainnya mengalami Rusak Sedang (RS) akibat terdampak jilatan api.
Menerima laporan darurat dari warga, Regu B UPTD Damkar Polman langsung bergerak cepat. Mengandalkan response time selama 15 menit, tiga unit armada pemadam dari pos induk Polewali beserta 12 personel tiba di lokasi pada pukul 02.00 WITA.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan penuh risiko. Petugas di lapangan harus berjibaku melawan berbagai kendala serius yang mengancam nyawa.
“Petugas kami di lapangan menghadapi risiko ledakan BBM yang sangat tinggi serta potensi flashover (penjalaran api cepat). Kondisi ini diperparah dengan pekatnya asap yang mengganggu jarak pandang, serta sulitnya akses air di sekitar lokasi akibat musim kemarau,” kata Imran.
Untuk menaklukkan api yang bercampur minyak tersebut, petugas menerapkan kombinasi taktik pemadaman khusus, mulai dari teknik pendinginan, penyelimutan, penguraian material, lokalisir area, hingga teknik memutus rantai unsur api.
Setelah berjuang keras selama kurang lebih 50 menit, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya dan dinyatakan kondusif pada pukul 02.50 WITA. Kasus kebakaran ini kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.




