Ruang Redaksi – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman padat penduduk pada Sabtu (28/2/2026) malam.
Kebakaran itu terjadi tepat di tengah suasana bulan suci Ramadan, menyisakan puing-puing hitam dan kesedihan mendalam bagi ratusan warga.
Menanggapi musibah tersebut, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (1/3) pagi. Didampingi Sekda, Ketua DPRD Polman, dan jajaran dinas terkait, Bupati memastikan langkah penanganan darurat berjalan maksimal.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Polman, dampak kebakaran ini cukup masif. Total ada sekitar 37 rumah yang terkena dampak kebakaran tersebut.
29 unit hangus (ludes), 5 unit rusak berat, dan 3 unit rusak ringan, dengan jumlah 94 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 186 jiwa.
Bupati Samsul Mahmud menegaskan bahwa pemerintah daerah telah bergerak sejak api pertama kali berkobar setelah salat Tarawih.
“Saya langsung perintahkan Kadis Sosial dan BPBD untuk turun malam itu juga. Koordinasi dengan provinsi berjalan baik. Alhamdulillah, tenda darurat dan dapur umum dari Brimob sudah siaga sejak semalam untuk menjamin kebutuhan sahur dan buka puasa warga,” ujar Samsul di lokasi bencana.
Bupati juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis. Tim medis kini disiagakan di lokasi untuk memantau kondisi fisik serta menangani trauma para korban, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Di sela-sela kunjungan bupati, suasana haru menyelimuti warga yang mengais sisa barang berharga. Sitti Nur, salah satu korban, menceritakan detik-detik mencekam saat ia tengah menonton televisi bersama anaknya.
“Saya dengar suara gaduh, pas buka pintu api sudah besar sekali di depan rumah. Saya langsung tarik anak-anak lari. Mau selamatkan barang sudah tidak bisa masuk, api di mana-mana. Saya hanya sempat menyelamatkan diri dan tiga gram emas milik anak saya,” kenang Sitti dengan mata berkaca-kaca.
Terkait penyebab kebakaran yang diduga berasal dari kompor salah satu rumah warga, Bupati Samsul Mahmud memberikan imbauan keras agar masyarakat lebih waspada, terutama saat aktivitas dapur meningkat di bulan puasa.
“Masyarakat harus selalu mawas diri. Sebelum berangkat Tarawih atau tidur, pastikan kompor sudah padam. Saling mengingatkan antar tetangga itu sangat penting,” pesannya.
Saat ini, sebagian warga mulai membangun tenda darurat di atas lahan rumah mereka yang hangus, sementara mayoritas mengungsi ke rumah kerabat.
Pemerintah Kabupaten Polman berjanji akan mengupayakan bantuan stimulan agar warga terdampak dapat segera membangun kembali tempat tinggal mereka.
Bantuan dari berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, organisasi masyarakat, hingga relawan mandiri, terus mengalir ke posko darurat di Desa Galung Tulu.




