Ruang Redaksi – Ditengah isolasi wilayah akibat bencana tanah longsor yang menutup akses transportasi, personel Kompi IV Yon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar menunjukkan aksi heroik. Petugas bersama warga bahu-membahu mengevakuasi seorang emak-emak yang sakit parah pascabencana di Desa Rangoan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar.
Korban bernama Fatma (47) terpaksa dievakuasi menggunakan tandu darurat yang dibuat dari dua helai sarung. Korban harus digotong dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 7 kilometer menerjang medan yang mendaki, licin, dan berlumpur demi mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Matangnga pada Sabtu (16/5) lalu.
Wadanki Kompi IV Yon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar, Ipda Rasmadi mengungkapkan, aksi evakuasi darurat ini bermula dari adanya laporan masyarakat mengenai seorang warga yang kondisinya memprihatinkan akibat dampak longsor dan banjir.
“Kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada warga Desa Rangoan yang terkena dampak longsor dan sakit parah. Kami langsung bergerak bersama rekan-rekan menuju lokasi untuk membawa korban ke Puskesmas Matangnga yang berjarak sekitar 7 kilometer,” ujar Ipda Rasmadi saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Ipda Rasmadi menjelaskan, jika korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk luka di bagian kepala, tangan, serta badan sebelah kanan.
Proses evakuasi berjalan dramatis dan membutuhkan perjuangan ekstra. Pasalnya, akses jalan sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, karena tertutup material tanah longsor yang tebal.
“Kondisi jalan saat itu lumpuh total tidak bisa dilalui kendaraan akibat longsor. Akhirnya, satu tim Brimob berjumlah 10 orang di bawah pimpinan Danton bersama warga setempat memutuskan berjalan kaki menggotong tandu agar korban bisa secepatnya ditangani tim medis,” jelasnya.
Setelah dua hari berada di lokasi bencana untuk melakukan misi kemanusiaan, Ipda Rasmadi membawa kabar baik terkait pemulihan jalur transportasi di wilayah terdampak. Pemerintah daerah bergerak cepat menurunkan alat berat untuk membuka sumbatan longsor.
“Kemarin sekitar jam 5 sore, Alhamdulillah pemerintah setempat, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten, telah berhasil membuka jalan dengan menggunakan alat berat. Saat ini akses jalan sudah bisa dilalui kembali,” kata Rasmadi.
Selain fokus pada evakuasi darurat warga yang sakit, personel Brimob Polda Sulbar juga terus bersiaga di lokasi. Mereka bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk membersihkan material sisa longsor dan membenahi rumah-rumah warga yang terdampak.
Kehadiran personel Polri di tengah bencana ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan psikologis maupun infrastruktur masyarakat Matangnga.




