Ruang Redaksi – Sebuah rumah panggung dari material kayu di Dusun Satu, Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ludes terbakar dan rata dengan tanah pada Senin (18/5/2026) petang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rumah milik Haeria (53) diketahui dalam kondisi kosong karena ditinggal pemiliknya yang sedang pergi kerumah saudaranya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.41 WITA ini sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Selain menghanguskan satu bangunan utama, kobaran api yang membesar dengan cepat juga sempat menyambar dan merusak ringan dua rumah warga yang berada di sekitarnya.

Menurut kesaksian warga setempat, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas atau atap rumah, kemudian dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.

Beruntung, warga yang berada di lokasi bergerak cepat secara swadaya memotong perambatan api menggunakan alat seadanya, sehingga dampak kebakaran tidak meluas ke pemukiman padat tersebut.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Polewali Mandar, Imran, membenarkan insiden tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menerima laporan kebakaran di Desa Nepo pada pukul 17.41 WITA. Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat ke lokasi untuk menjinakkan api,” kata Imran saat ditemui di lokasi.

Imran menambahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rumah tersebut sudah dua hari ditinggalkan oleh pemiliknya yang tengah berkunjung ke rumah kerabat untuk memulihkan kesehatan. Kondisi rumah yang kosong ini memperkuat dugaan awal mengenai penyebab terjadinya kebakaran.

“Untuk penyebab pasti kebakaran kami belum bisa pastikan, namun dugaan sementara akibat korsleting listrik (arus pendek). Pemiliknya dilaporkan sudah dua hari meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah saudaranya guna berobat,” jelasnya.

Rumah Haeria (53) Rata Dengan Tanah. (Foto: Asyhar)

Dalam proses pemadaman, pihak Damkar Polman mengerahkan sedikitnya tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian demi memastikan api tidak kembali berkobar.

“Kami melibatkan tiga unit armada, dengan rincian satu unit dari posko wilayah Wonomulyo dan dua unit bantuan dari posko induk pemadam kebakaran,” ungkap Imran.

Pihak Damkar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama solid antara petugas dan elemen masyarakat di lokasi bencana, sehingga proses lokalisir api berjalan dengan cepat.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga setempat yang begitu antusias melakukan pemadaman manual di awal kejadian. Proses pemadaman ini juga berjalan lancar berkat dukungan penuh dari rekan-rekan TNI-Polri serta pemerintah desa yang setia mendampingi kami di lapangan,” pungkas Imran.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kerugian materiil serta penyebab mutlak dari insiden kebakaran tersebut.