Ruang Redaksi – Suasana haru menyelimuti Lingkungan Salurebong, Kelurahan Matakali, saat Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, mendatangi langsung lokasi kebakaran hebat pada Kamis (14/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kehadiran orang nomor satu di Polman ini menjadi pelipur lara bagi warga yang kehilangan harta bendanya dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (13/5) malam tersebut.

Tak sekadar meninjau puing-puing sisa kebakaran, Bupati Samsul Mahmud juga menyerahkan bantuan uang tunai secara langsung kepada empat kepala keluarga yang terdampak.

Tangis salah satu korban pecah saat menerima santunan tunai dari tangan Bupati. Sambil terisak, warga tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas respon cepat pemerintah daerah di tengah masa sulit yang mereka alami.

“Kami atas nama pemerintah daerah turut berdukacita dan prihatin yang sedalam-dalamnya. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk dukungan moril dan nyata agar saudara-saudara kita kuat menghadapi ujian ini,” ujar Samsul Mahmud di sela-sela kunjungannya.

Bupati juga tampak berdialog akrab dengan para korban di bawah tenda darurat untuk memastikan kebutuhan mendesak mereka terpenuhi.

Ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk bergerak cepat tanpa birokrasi yang berbelit dalam menyalurkan bantuan lanjutan.

Kebakaran yang melanda kawasan padat pemukiman di Kecamatan Matakali itu mengakibatkan empat unit rumah terdampak, dengan rincian dua rumah rusak berat (rata dengan tanah) dan dua lainnya mengalami rusak ringan.

Nahas, selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga melaporkan kehilangan aset berharga yang tak sempat diselamatkan saat api berkobar, seperti uang tunai sebesar Rp67 juta dan emas seberat 12 gram.

Selain bantuan dana dari Bupati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah mendistribusikan logistik darurat di hari yang sama. Bantuan yang disalurkan meliputi:

  • Perlengkapan tidur dan terpal untuk perlindungan sementara.
  • Bahan pangan pokok seperti beras dan mi instan.
  • Kebutuhan khusus bayi dan anak-anak (*baby kids*).

Di akhir kunjungannya, Samsul Mahmud kembali mengingatkan seluruh masyarakat Polewali Mandar untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama terkait instalasi listrik dan penggunaan kompor di rumah.

“Musibah bisa datang kapan saja. Saya menghimbau kepada kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun langkah pemulihan pascabencana bagi para korban terus diprioritaskan oleh Pemerintah Kabupaten Polman.