Ruang Redaksi — Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, menegaskan komitmennya dalam menggenjot pemerataan pembangunan infrastruktur daerah. Dihadapan para kepala daerah dan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Samsul memaparkan strategi percepatan jalan untuk kawasan tertinggal melalui program GERAK POLMAN.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemaparan Rencana Aksi Kepala Daerah tersebut disampaikan dalam kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri di Jakarta.

Lewat inovasi Gerakan Percepatan Konektivitas Jalan Kawasan Tertinggal Polewali Mandar (GERAK POLMAN), Pemkab Polman membidik percepatan pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar) wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas cukup berat.

“Pembangunan jalan bukan sekadar menyambung ruas demi ruas, melainkan membangun akses menuju kesejahteraan. Jalan adalah urat nadi yang menghubungkan masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi,” tegas Samsul Mahmud saat mempresentasikan programnya.

Kondisi geografis Tutar yang didominasi area pegunungan dan medan ekstrem kerap menyulitkan mobilitas warga. Keterbatasan akses ini berdampak langsung pada terhambatnya distribusi hasil pertanian, pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi lokal.

“Melalui GERAK POLMAN, kami ingin memastikan masyarakat pegunungan dan kawasan tertinggal mendapatkan hak yang sama atas layanan publik berkualitas dan akses ekonomi. Pembangunan jalan ini bukan hanya membuka akses wilayah, tetapi membuka masa depan masyarakat,” ujar Samsul.

Program GERAK POLMAN telah dirancang selaras dengan RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2025–2029. Inovasi ini mengusung pendekatan berbasis data, terintegrasi, dan kolaboratif dengan melibat seluruh unsur pentahelixbmulai dari pemerintah pusat, provinsi, desa, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat setempat.