Ruang Redaksi – Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali mengukuhkan dominasinya sebagai lumbung ternak unggul di Sulawesi Barat. Untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut, Bumi Tipalayo ini sukses menyumbangkan Sapi Kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden RI dengan bobot terbesar di tingkat provinsi pada tahun 2026.
Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi para peternak lokal dalam menghasilkan ternak kualitas “raksasa” yang diakui hingga ke Istana Negara.
Dari hasil seleksi ketat terhadap 20 ekor sapi unggulan yang berasal dari berbagai kecamatan mulai dari Luyo, Wonomulyo, hingga Tinambung tim seleksi akhirnya menetapkan empat besar sapi terbaik.
Sapi dengan bobot tertinggi akan dikurbankan pada pelaksanaan tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Sementara tiga ekor lainnya akan didistribusikan ke kabupaten lain yang belum memenuhi standar bobot minimal 800 kilogram.
Empat sapi yang terpilih sebagai sapi Banmas Presiden yakni:
- Sapi yang diberi nama Bagong milik peternak bernama Muh Nur asal Desa Sumberjo Jenis Limosin dengan bobot 1.150 Kg.
- Bima milik Iskandar Ngani asal Desa Sugihwaras Jenis Simental dengan Bobot 1.053 Kg.
- Blecki milik Muhammad Yusuf asal Desa Bumimulyo Janis Brangus dengan Bobot 1.011 Kg
- Arjuna milik Andrian Hendri P asal Desa Sugiwaras jenis Simental dengan bobot 960,3 Kg.
Keberhasilan Polman mempertahankan gelar juara selama satu dekade tidak lepas dari peran strategis para inseminator. Melalui tangan dingin mereka dan penerapan teknologi inseminasi buatan yang tepat, lahir generasi sapi dengan bobot luar biasa.
“Capaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan perhatian lebih pada sarana dan prasarana petugas inseminasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas ternak kita,” ujar Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil dalam keterangan rilisnya.
Pasca pengumuman, tim dari Kesekretariatan Kepresidenan dijadwalkan segera melakukan proses penawaran harga secara daring (online) kepada para peternak.
Untuk menjaga kondisi kesehatan dan keamanan sapi-sapi “VVIP” ini, aparat kecamatan dan desa setempat akan dilibatkan secara aktif dalam pengawasan rutin hingga hari penyembelihan. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi fisik sapi tetap prima dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan hewan.
Capaian membanggakan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai prestasi seremonial. Pemerintah Kabupaten Polman menargetkan momentum ini sebagai stimulan bagi pemberdayaan peternak lokal agar lebih profesional.
Lebih jauh, keberhasilan “Bagong” dan kawan-kawan diharapkan mampu memikat minat generasi milenial untuk terjun ke dunia peternakan modern. Dengan sentuhan teknologi dan manajemen profesional, sektor peternakan diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru yang mempercepat visi daerah menuju “Polman Lebih Baik”.




