Ruang Redaksi – Suasana haru dan antusiasme menyelimuti Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (17/4/2026).
Ratusan jamaah calon haji beserta keluarga mulai memadati lokasi untuk menjemput koper perlengkapan ibadah haji mereka.
Penyaluran koper ini menandai semakin dekatnya keberangkatan para tamu Allah menuju tanah suci. Untuk memastikan ketertiban, panitia menerapkan sistem nomor antrean bagi para jamaah yang datang.
Meskipun pengiriman koper sempat mengalami sedikit keterlambatan dan baru tiba pada Jumat pagi, petugas langsung bergerak cepat melakukan bongkar muat sehingga koper sudah bisa didistribusikan.
Setiap jamaah menerima empat item utama diantaranya, Koper Besar (beserta cover/pembungkus) Koper Kecil/Kabin (beserta cover/pembungkus) Tas Ransel dan Tas Jinjing.
Tahun ini, Kabupaten Polman memberangkatkan total 550 jamaah yang terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 11 sebanyak 384 Jamaah yang rencananya akan diberangkatkan ke Embarkasi Makassar pada 27 April dan Kloter 19 sebanyak 166 Jamaah, Berangkat pada 3 Mei 2026.
Awalnya, tercatat ada 552 jamaah, namun 2 jamaah perempuan terpaksa mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Staf Penyelenggaraan Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Polman, Desi Arisanti, menjelaskan bahwa pihaknya sangat selektif sebelum menyerahkan koper kepada jamaah. Petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap item untuk menjamin tidak ada kerusakan.
“Sebelum diserahkan, kami periksa dulu. Jangan sampai ada kekurangan atau cacat. Jadi koper harus dalam keadaan baik saat tiba di tangan jamaah,” ujar Desi.
Ia menjelaskan jika jamaah atau keluarga yang hendak mengambil koper, panitia menetapkan syarat administrasi berupa bukti pelunasan dan KTP.
“Jamaah maupun keluarga jamaah wajib membawa foto copi bukti pelunasan biaya haji dan KTP asli/foto copi bagi keluarga yang mewakili pengambilan,” ungkap Desi.

Sementara itu, Ditengah kerumunan, nampak Muksin, salah satu jamaah calon haji yang tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Baginya, koper ini adalah simbol nyata dari mimpinya yang tertunda selama belasan tahun.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Saya sudah menunggu momen ini selama 13 tahun. Tahun ini istimewa karena saya berangkat bersama enam anggota keluarga lainnya, termasuk adik, om, dan tante saya,” ungkap Muksin.
Menjelang keberangkatan ke Embarkasi Makassar pada akhir April mendatang, Muksin mengaku fokus menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan perlengkapan haji yang akan ia bawa.
“Persiapan sekarang lebih ke menjaga kesehatan dan mulai mencicil packing pakaian serta keperluan ibadah di sana nanti,” tutupnya.




