Ruang Redaksi – Kebakaran lahan hebat melanda kawasan Papandangan, Kecamatan Antenapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Selasa (14/4/2026) sore.
Medan yang terjal dan angin kencang sempat menyulitkan proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat setempat. Pasalnya, titik api hanya berjarak sekitar 700 meter dari permukiman padat penduduk.
Kencangnya hembusan angin membuat api dengan cepat melahap semak belukar dan terus mendekati rumah warga. Meskipun armada Pemadam Kebakaran Polman dan Mobil watercanon milik Brimob telah dikerahkan ke lokasi, namun mereka menghadapi kendala besar akses jalan yang terjal dan curam.
Tak hilang akal, petugas Damkar bersama personel TNI, Polri, dan warga sekitar akhirnya memutuskan untuk melakukan pemadaman secara manual. Dengan peralatan seadanya seperti dahan pohon, tangki air dan alat manual lainnya, tim gabungan berjibaku menahan laju api agar tidak menyeberang ke arah rumah warga.
Meski harus mendaki tebing yang curam, api berhasil dikuasai sepenuhnya setelah beberapa jam proses pemadaman.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Polman, Imran, mengungkapkan bahwa armada pemadam tidak dapat mencapai titik api karena faktor geografis yang ekstrem.
“Kami terkendala melakukan pemadaman menggunakan armada karena medannya sangat terjal. Jarak permukiman ke lokasi kebakaran memang dekat, namun kemiringan lahan mencapai sekitar 70 derajat,” jelas Imran di lokasi kejadian.
Menurutnya, berdasarkan investigasi awal, kebakaran seluas kurang lebih 2 hektar tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan perkebunan.
“Penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian pemilik lahan yang melakukan pembakaran untuk membuka lahan perkebunan. Saat ini luasan yang terbakar mencapai 2 hektar,” ungkap Imran.
Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru (hotspot) mengingat kondisi angin yang masih bertiup kencang petugas disiagakan disekitar lokasi kejadian. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di area perbukitan yang sulit dijangkau.




