Ruang Redaksi – Kecelakaan tunggal menimpa Bus Bintang Fadiya bernomor polisi DN 7901 AU di jalan lintas Trans Sulawesi, tepatnya di Dusun Muhajir, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Minggu (6/9/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden mengenaskan yang terjadi sekira pukul 12.05 WITA itu mengakibatkan dua orang penumpang meninggal dunia dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi diduga kuat, kecelakaan oleh kegagalan sistem pengereman (rem blong) saat armada bergerak melintasi rute antarprovinsi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim, armada bus yang dikemudikan oleh Sapri (49) melaju dari arah Pinrang menuju Palu.

Bus tersebut mengangkut total 12 orang terdiri dari sembilan penumpang, satu sopir, satu sopir cadangan, dan satu kernet serta membawa muatan barang kelontong.

Sesaat sebelum mencapai lokasi kejadian, bus mendadak hilang kendali. Diduga tak mampu menghentikan laju kendaraan akibat pengereman yang tidak berfungsi, bus meluncur menyerong menyeberang ke jalur lawan, keluar dari bahu jalan, lalu terperosok masuk ke area perkebunan kelapa sawit milik warga yang posisinya berada di bawah badan jalan.

Kerasnya benturan membuat kondisi armada hancur parah. Bagian atap bus tampak ringsek serta bagian interior dalamnya rusak berat.

Salah satu penumpang selamat, Awaluddin, menceritakan detik-detik menegangkan yang dialaminya bersama para penumpang lain di dalam bus sebelum armada tersebut jatuh. Kesaksiannya menggambarkan suasana panik luar biasa yang melanda seluruh ruang penumpang.

“Di dalam bus semua orang panik dan berteriak. Keadaan sangat kacau,” ujar Awaluddin yang saat insiden terjadi duduk di barisan kursi tengah.

Awaluddin meyakini kegagalan rem menjadi faktor utama di balik peristiwa maut tersebut.

“Sepertinya remnya blong, belum berfungsi saat sopir mencoba menghentikan bus,” tambahnya.

Warga setempat bersama para pengguna jalan yang berada di lokasi langsung bergerak cepat membantu proses evakuasi. Para korban yang tergeletak di area kebun sawit segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan kendaraan seadanya.

Akibat kecelakaan maut ini 1 orang tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP), dan 1 orang mengembuskan napas terakhir saat mendapat penanganan medis di Puskesmas Lara.

Sementara 3 penumpang dirujuk ke RSUD Mamuju Tengah untuk perawatan intensif, sementara 7 korban lainnya dirawat di Puskesmas Lara.

Saat ini, pengemudi bus bernama Sapri yang mengalami luka ringan telah mendapatkan pengobatan dan kini diamankan di Polsek Karossa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian Polres Mamuju Tengah telah berkoordinasi dengan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Sulbar guna melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kegagalan fungsi pengereman pada armada bus tersebut.