Ruang Redaksi — Perum Bulog Kantor Cabang Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bekerja sama dengan Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Polman menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Sentral Pekkabata, Selasa (21/7/2026). Langkah ini diambil untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok yang merangkak naik di pasaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program yang rencananya diadakan rutin pada setiap hari pasar ini disambut antusias oleh warga setempat. Masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan momen tersebut untuk membeli kebutuhan pokok harian, khususnya beras dan minyak goreng, dengan harga di bawah standar pasar.

Rincian Harga Bahan Pokok di GPM:

  • Beras Premium: Rp74.500 per 5 kg (harga normal pasar Rp80.000 per 5 kg)
  • Beras SPHP: Rp58.000 per 5 kg
  • Minyakita: Rp15.500 per liter
Warga padati kegiatan GPM di Pasar Sentral Pekkabata. (Foto: Asyhar)

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Perum Bulog Polman menyiagakan stok sebanyak 100 dus (sekitar 1.200 liter) dan Minyakita 2 ton (sekitar 400 kemasan) beras SPHP pada setiap gelaran GPM.

Salah seorang warga asal Papandangan, Becce, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya pasar murah ini di tengah lonjakan harga bahan pokok.

“Saya beli minyak dua liter. Harganya jauh lebih murah dibanding toko lain. Meskipun jumlah pembelian dibatasi, ini sudah sangat membantu dapur kami,” ungkap Becce.

Asisten Manager Penjualan Pasar Umum Bulog Polman, Wiwin Haerani, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi strategi utama menjaga stabilitas harga pangan. Ke depan, operasional GPM akan melibatkan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di pasar-pasar tradisional.

“Hari ini merupakan tahap awal dan rencananya akan kita gelar setiap hari pasar. Pasar murah ini akan kami jangkauan ke seluruh pasar di wilayah Polman melalui RPK,” ujar Wiwin.

Kabid Pangan DPKP Polman, Fitriani, menambahkan bahwa intervensi harga ini difokuskan untuk merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Melalui kerja sama dengan Bulog dan RPK, Pemkab Polman berkomitmen memastikan masyarakat bisa mendapatkan Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Banyak keluhan masyarakat mengenai stok Minyakita yang mulai langka dan harganya melonjak. Karena itu, kami menggandeng Bulog untuk menyalurkan pasokan. Setelah Pasar Sentral, kegiatan ini rencananya berlanjut ke pasar-pasar ramai lainnya di Polman, seperti Pasar Campalagian, Tinambung, Wonomulyo, dan Pasar Polewali,” pungkas Fitriani.