Ruang Redaksi — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan kerja resmi ke lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Jumat (26/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim, bersama anggota DPRD Sulbar, Irfan Pahri Putra, ini bertujuan untuk memantau langsung sejauh mana progres pengerjaan mega proyek nasional tersebut.

Sebagai Program Strategis Nasional (PSN) di bawah instruksi Presiden Prabowo, proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juli 2026 mendatang untuk menyambut tahun ajaran baru. Saat ini, realisasi fisik pengerjaan bangunan telah mencapai kisaran 72 hingga 75 persen.

Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abd Rahim, menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat ini merupakan langkah serius pemerintah pusat dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas.

“Misi ini sangat mulia karena menjadi upaya serius pemerintah pusat agar generasi muda dari kategori keluarga tidak mampu atau miskin bisa mendapatkan layanan pendidikan yang jauh lebih baik,” ujar Abd Rahim di sela-sela kunjungannya.

Ia juga mengapresiasi kinerja PT Hutama Karya (Persero) selaku pihak kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mampu menjawab tantangan medan di lapangan.

“Alhamdulillah, betapapun lokasi ini begitu sangat menantang, tetapi pengerjaan dilakukan dengan sangat serius oleh PT Hutama Karya. Kami cukup puas melihat progres per hari ini. Mudah-mudahan dalam *deadline* yang ditetapkan pemerintah pusat, bangunan ini sudah bisa operasional sehingga rekrutmen anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA bisa berjalan,” ungkapnya.

Sulawesi Barat sendiri patut bersyukur karena pada tahun pertama peluncuran program nasional yang melekat pada kementerian ini langsung mendapatkan jatah dua titik pembangunan sekolah, yakni di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polman.

Komisi IV DPRD Sulbar Foto Bersama Usai Kunjungan Kerja. (Foto: Asyhar)

Di lokasi yang sama, Deputi Project Manager PT Hutama Karya, Ahmad Daroji, memaparkan bahwa total ada 15 bangunan yang sedang dikejar penyelesaiannya dalam kompleks Sekolah Rakyat Polman ini.

“Fasilitas yang dikerjakan di antaranya gedung SD, gedung pembelajaran, masjid, tiga gedung asrama, satu rumah susun (rusun) untuk guru, ruang dapur dan kantin, serta aula besar di area bawah,” urai Ahmad Daroji.

Terkait progres pengerjaan yang berada di angka 72 hingga 75 persen, Ahmad menjelaskan bahwa fokus utama selama ini berada pada bagian struktur bangunan yang memiliki bobot visual dan volume terbesar. Dari target keseluruhan, saat ini sudah ada 12 ruang kelas yang siap dari total 20 kelas yang direncanakan.

Meski begitu, ia tidak menampik adanya sejumlah tantangan berat dalam sisa waktu menjelang target operasional pada ajaran baru ini.

“Dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat ini, ada beberapa kendala utama yang kami hadapi di lapangan. Yang pertama adalah akses jalan menuju lokasi, dan yang kedua adalah kondisi geografis (medan) yang cukup sulit,” pungkasnya.

Proyek besar ini melibatkan total 650 pekerja yang terdaftar secara resmi, di mana 200 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal dari wilayah sekitar yang ikut diberdayakan dalam pembangunan daerahnya.