Ruang Redaksi — Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Sulawesi Barat bekerja sama dengan DPC PAMDI Polewali Mandar sukses menggelar Concert for Life 2026 bertajuk “Pesta Asyik Tanpa Narkoba”.
Acara yang dipusatkan di Stadion Sport Center Pekkabata, Polewali Mandar, pada Jumat (31/7/2026) malam tersebut berlangsung meriah dengan kemasan panggung yang spektakuler. Ratusan warga dan penikmat musik tumpah ruah memadati lokasi acara.
Sejumlah penyanyi dan seniman daerah Sulawesi Barat turut menghentak panggung hiburan, di antaranya Mamat GS, Ils Gazali, Dian Arkam, Amir Syam, dan Irmayanti, serta deretan seniman pendukung dari Kabupaten Mamuju dan Majene.
Sekretaris DPD PAMDI Sulawesi Barat, Darwan, menjelaskan bahwa pendekatan kreatif melalui seni musik merupakan strategi efektif untuk merangkul generasi muda dalam menyuarakan edukasi bahaya narkoba.
“Melalui konser ini, kita mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus mempromosikan gaya hidup positif dan kreatif tanpa zat adiktif. Konser musik adalah media yang sangat efektif untuk menyatukan anak muda,” ujar Darwan.
Ia menambahkan, PAMDI organisasi musik dangdut yang diketuai oleh Sang Raja Dangdut Rhoma Iramamencetuskan tema “Harmoni Tanpa Narkoba” untuk menggambarkan kehidupan masyarakat yang kreatif, harmonis, dan berprestasi tanpa ketergantungan narkotika.
Kegiatan positif ini mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Kepolisian, Kejaksaan Negeri, BNNK Polman, hingga para tokoh agama.
Bupati Polewali Mandar yang diwakili oleh Aco Musaddad menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya kepada insan seni di Sulawesi Barat, khususnya Polman.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada PAMDI yang membuktikan bahwa musik dangdut bisa menjadi media yang sangat kuat untuk menyebarkan pesan positif. Peringatan HANI ini bukan sekadar seremonial. Mari kita nikmati musik dengan kondisi seratus persen sadar, sehat, dan kreatif tanpa narkoba. Seniman adalah corong budaya, mari jadi agen perubahan,” tegas Aco Musaddad.
Dukungan senada disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren At-Tahiriyah Tampapadang Mamuju, Syekh KH. Ahmad Multazam. Cucu dari ulama tersohor Annangguru KH. Imam Lapeo ini prihatin melihat maraknya ancaman narkotika yang dapat merusak fisik dan spiritual generasi muda.
“Hari ini generasi muda kita bisa hancur jasmani dan spiritualnya karena bahaya narkotika. Saya sangat mengapresiasi PAMDI Sulbar. Mari kerahkan seluruh kemampuan kita untuk membumihanguskan rantai peredaran narkoba ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Polman, Nurcholis, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan narkotika.
“Apa yang dilakukan PAMDI Sulbar sangat kami dukung sebagai langkah pencegahan melalui sarana seni. Masalah narkoba adalah tanggung jawab kita bersama, karena siapa saja bisa terpapar jika tidak ditangani dengan serius,” pungkas Nurcholis.




