Ruang Redaksi – Kecelakaan maut terjadi wilayah pedalaman Kabupaten Mamuju. Sebuah mobil dump truck bermuatan material bangunan terjun bebas ke jurang sedalam 30 meter di Dusun Saseppe, Desa Limbong, Kecamatan Kalumpang, pada Minggu (1/3/2026).
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Insiden tunggal ini merenggut nyawa satu orang penumpang di lokasi kejadian.
Mobil Hino bernomor polisi DC 8628 AR tersebut dikemudikan oleh Nardo (30), warga Desa Lumika. Saat kejadian, Nardo ditemani oleh seorang petani bernama Yoel (54) yang duduk di bangku penumpang.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun pihak kepolisian, kendaraan nahas tersebut sedang menempuh perjalanan dari arah barat menuju Desa Karama untuk mengantar bahan bangunan. Petaka terjadi saat truk mencoba menaklukkan tanjakan ekstrem di Dusun Saseppe.
Diduga karena mengalami kegagalan teknis pada bagian as roda, truk tiba-tiba kehilangan tenaga dan bergerak mundur tak terkendali di tanjakan tinggi tersebut.
Kondisi jalan yang berbatu cadas dan bergelombang membuat pengemudi kesulitan melakukan pengereman darurat, hingga akhirnya kendaraan terperosok ke jurang sedalam 30 meter.
“Mobil tiba-tiba mundur saat berada di pendakian tinggi, kemudian terjatuh ke jurang. Satu penumpang atas nama Yoel meninggal dunia di tempat,” ungkap Kapolsek Kalumpang, IPDA Lukman Rahman.
Akibat benturan keras, Yoel dinyatakan tewas di lokasi akibat luka parah. Sementara itu, sang sopir, Nardo, berhasil selamat meski mengalami luka-luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD di Kota Mamuju guna mendapatkan perawatan intensif.
Medan yang sangat sulit serta kemiringan yang curam menjadi kendala utama proses evakuasi.
Kapolsek Kalumpang mengonfirmasi bahwa anggotanya telah melakukan Olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Dugaan kuat penyebab kecelakaan adalah kombinasi antara kerusakan as roda dan kondisi infrastruktur jalan yang ekstrem.
IPDA Lukman Rahman pun mengeluarkan imbauan keras bagi para sopir kendaraan berat yang melintasi jalur pegunungan Mamuju.
“Kami meminta para pengemudi, terutama angkutan material berat, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Jalur pedalaman kita memiliki tantangan geografis yang berat, pengecekan teknis adalah harga mati demi keselamatan,” tegasnya.
Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka, sementara kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Polsek Kalumpang.




