Ruang Redaksi – Aksi kekerasan melibatkan remaja kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Sebanyak empat orang santri dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Wonomulyo menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja pada Rabu malam (25/2/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Merespons cepat kejadian tersebut, jajaran Polsek Urban Wonomulyo langsung bergerak ke lokasi kejadian (TKP) untuk mengamankan situasi dan mengejar para pelaku.

Peristiwa malang ini terjadi sekitar pukul 20.50 WITA, sesaat setelah para santri selesai melaksanakan ibadah salat tarawih. Para korban tiba-tiba dihadang oleh sekelompok remaja di tengah jalan.

Berdasarkan keterangan polisi, pengeroyokan dipicu oleh kesalahpahaman. Salah satu pelaku sempat mengonfrontasi korban terkait dugaan gangguan terhadap seorang siswi. Namun, percakapan tersebut berujung pada aksi pemukulan yang kemudian memancing rekan-rekan pelaku lainnya untuk ikut melakukan pengeroyokan.

Akibat serangan tersebut, empat santri berinisial HA (17), WAT (14), IFR (15), dan IDJI (15) mengalami luka pada bagian kepala, mata, serta lengan. Keempatnya telah mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang semuanya masih berstatus pelajar, yakni E (15), AF (15), dan BBP (16). Sementara itu, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Namun, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur, proses hukum akan dilakukan secara khusus.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Karena para pihak yang terlibat masih di bawah umur, proses penanganan akan mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” jelas AKP Sandy.

Pihak kepolisian juga memberikan imbauan tegas kepada para orang tua di wilayah Wonomulyo.

“Kami mengimbau orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari, agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Saat ini, para pelaku dan saksi-saksi masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Urban Wonomulyo untuk mendalami motif sebenarnya.

Polisi meminta masyarakat untuk tetap tenang, menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar di media sosial.