Ruang Redaksi – Di balik deru mesin pencampur semen dan semangat pengerjaan rabat beton jalan menuju Desa Lenggo, Kecamatan Tutar, Polewali Mandar terselip kisah menyentuh dari seorang prajurit muda. Ramadan tahun ini menjadi ujian sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Prada M. Farizaldi, anggota Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Prajurit dari Yonif TP 874/Vovasanggayu ini sempat viral di media sosial setelah unggahan Facebook seniornya, Zamrud Rock, memperlihatkan pesan singkat yang ia sampaikan untuk keluarga di kampung halaman. Meski mengenakan seragam loreng yang gagah, rona kerinduan tetap terpancar dari wajahnya.

“Selamat menunaikan ibadah puasa buat keluarga di rumah. Anakmu di sini sehat-sehat selalu, semangat,” ucap Farizaldi dalam video tersebut.

Kalimat sederhana itu bermakna mendalam bagi Farizaldi. Ramadan kali ini adalah puasa pertama yang ia jalani sebagai prajurit TNI, sekaligus momen perdana dirinya harus berada jauh dari pelukan keluarga di Jombang, Jawa Timur.

Di sela waktu istirahat pengerjaan jalan poros menuju Lenggo, Farizaldi mengaku ada rasa haru yang berbaur dengan rasa bangga. Ditugaskan jauh dari markasnya di Kabupaten Pasangkayu menuju pelosok Polewali Mandar bukanlah beban baginya.

“Bangga bisa ikut mengabdi. Apalagi ini untuk membantu masyarakat yang selama ini aksesnya sulit,”ujarnya dengan tegas.

Desa Lenggo memang telah lama menjadi perhatian publik karena akses jalannya yang sangat terbatas. Bagi Farizaldi, keterlibatannya dalam Satgas TMMD bukan sekadar menjalankan perintah atasan, melainkan pengalaman batin pertama terjun langsung membantu masyarakat keluar dari keterisolasian.

Setiap hari, di bawah terik matahari yang menyengat, ia bersama rekan-rekan satgas lainnya bahu-membahu mendorong gerobak material dan mengaduk semen. Mereka berpacu dengan waktu menyelesaikan rabat beton yang menjadi tumpuan mobilitas warga desa di masa depan.

Meski rindu kampung halaman tak terbendung di tengah medan yang menantang, Farizaldi memilih menempatkan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat sebagai prioritas utama. Baginya, keringat yang menetes di jalanan Desa Lenggo adalah bentuk ibadah yang nyata.

Ramadan kali ini mungkin terasa berbeda tanpa masakan ibu di rumah, namun bagi Prada Farizaldi, kebersamaan dengan rekan seperjuangan dan hangatnya sambutan masyarakat Lenggo telah menjadi keluarga baru dalam perjalanan pengabdiannya.