Ruang Redaksi — Dampak musim kemarau masih dirasakan oleh warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Guna membantu warga yang krisis air bersih, Kejaksaan Negeri (Kejari) Polman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman menyalurkan bantuan 12.000 liter air bersih ke Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyaluran bantuan ini dikemas dalam aksi bakti sosial memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia. Ribuan liter air bersih tersebut didistribusikan ke tiga titik wilayah terdampak, yakni Dusun Welang-Welang, Dusun Sarumpu, dan Dusun Rendang.

Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Nurcholis, menjelaskan bahwa masing-masing dusun mendapatkan alokasi pasokan sebanyak 4.000 liter air bersih.

“Per dusun kami salurkan 4.000 liter air bersih,” kata Nurcholis saat memimpin aksi sosial tersebut, Senin (14/9/2026).

Menurut Nurcholis, langkah responsif ini diambil mengingat pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar terganggu akibat musim kemarau. Masalah kian diperparah oleh pasokan PDAM setempat yang belum mengalir optimal, serta rusaknya kualitas air sumur warga akibat intrusi air laut.

“Saat musim kemarau, air laut masuk ke daratan sehingga sumber air warga menjadi asin dan tidak bisa dikonsumsi. Penyaluran air bersih ini adalah bentuk kepedulian kami dari Kejaksaan bersama Pemda untuk membantu warga. Semoga bermanfaat sambil menunggu musim hujan tiba,” ungkapnya.

Kondisi krisis air di wilayah pesisir Desa Tonyaman diprediksi telah berlangsung ketat dalam dua pekan terakhir. Kepala Desa Tonyaman, Nursam Said, mengakui pasokan air untuk kebutuhan harian warga berada pada kondisi memprihatinkan.

“Baru beberapa minggu ini betul-betul sangat susah. Warga bahkan harus menunggu hingga larut malam hanya untuk mendapatkan air dari PDAM karena distribusinya tidak maksimal,” tutur Nursam.

Nursam membeberkan, kawasan yang mengalami dampak paling parah adalah Dusun Lampelang dan kawasan permukiman nelayan di Dusun Sarumpu. Wilayah tersebut sejak awal memang minim memiliki cadangan air tawar darat.

“Di wilayah Pelang sangat minim air tawar, kalau air asin memang banyak. Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat kami,” jelasnya.

Atas aksi kemanusiaan tersebut, Pemerintah Desa Tonyaman menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Kejaksaan RI, Kejari Polman, BPBD, serta pihak-pihak yang terlibat.

Pemerintah desa berharap penyaluran bantuan air bersih dapat berlanjut secara berkala jika musim kemarau terus berlangsung, mengingat tingginya kebutuhan harian masyarakat setempat.