Ruang Redaksi — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Polewali Mandar resmi menggelar Festival Literasi Tahun 2026 di Area Sport Center, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mengusung tema “Literasi Menuju Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Maju untuk Polewali Mandar Lebih Baik,” perhelatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 September 2026.

Kegiatan tahunan yang menjadi puncak peringatan Hari Kunjung Perpustakaan setiap 14 September ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial. Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang memadukan edukasi, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Dispersip Kabupaten Polman, Azwar Jasin, menegaskan bahwa festival ini menjadi ajang promosi bagi wajah baru perpustakaan daerah.

“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat membaca atau meminjam buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi ekonomi kreatif,” ujar Azwar di lokasi kegiatan, Rabu (16/9/2026).

Festival Literasi 2026 menghadirkan sekitar 52 tenda stan yang diisi oleh berbagai unsur, mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perbankan, UMKM, Bhayangkari, Kejaksaan, Lapas, hingga DPRD.

Masyarakat dapat mengakses beragam agenda menarik dan fasilitas layanan langsung setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 23.00 WITA, meliputi:

Layanan Publik & Sosial: Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pelayanan SIM dan SAMSAT, pembayaran Pajak PBB, Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri & PTSP, cek Bansos, layanan BPJS Kesehatan, hingga aksi donor darah bersama PMI.

Edukasi & Literasi: Talkshow, bedah buku, pameran produk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Pojok Baca Digital, serta penampilan pemenang Lomba Bertutur.

Hiburan & Pasar Rakyat: Pasar murah, pameran produk UMKM, senam Zumba, Panggung Gembira Literasi, dan penyerahan apresiasi lomba.

Kualitas penyelenggaraan acara ini mendapat pujian langsung dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Perpusnas RI, Nani Suriani, menilai Festival Literasi Polman telah berskala nasional.

“Dari beberapa kabupaten/kota yang menyelenggarakan festival serupa, saingan kegiatan di Polman ini adalah tingkat provinsi seperti di Lampung. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Polman dan para penggiat literasi atas ruang kolaborasi nyata ini,” ungkap Nani.

Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, secara resmi membuka gelaran festival tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memaknai literasi secara lebih luas di era modern.

“Literasi hari ini tidak boleh kita maknai sebatas kemampuan membaca buku, tetapi kemampuan untuk belajar, memahami informasi, mengembangkan keterampilan, dan mengubah pengetahuan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tegas Samsul.

Ia berharap 50 lebih stan yang berpartisipasi tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi menjadi ruang interaksi dan edukasi bagi warga. Pemkab Polman berkomitmen terus memperkuat budaya membaca sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kepada anak-anak dan generasi muda Polewali Mandar, jangan pernah berhenti belajar, jangan malu membaca, dan jangan takut berkarya. Polewali Mandar yang maju tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga masyarakat yang cerdas dan berpengetahuan,” pungkasnya.