Ruang Redaksi — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bergerak cepat merespons fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memicu kepanikan warga (panic buying) dalam beberapa hari terakhir. Langkah tegas diambil dengan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus pengawasan BBM.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kelangkaan semu ini tidak hanya memicu ular-ularan kendaraan di SPBU, tetapi juga berdampak pada pasokan di tingkat pengecer. Stok BBM di pedagang eceran mendadak langka, bahkan beberapa pengecer nekat mematok harga melonjak drastis hingga Rp35 ribu per botol.

Bupati Polman Samsul Mahmud menegaskan bahwa ketersediaan pasokan BBM di Kabupaten Polman sebenarnya dalam kondisi sangat aman. Bahkan, Pertamina telah menambah alokasi pasokan sebesar 20 persen dalam kurun waktu satu hingga dua hari terakhir.

“Kuota BBM yang masuk ke Polman tidak ada pengurangan, justru ada penambahan 20 persen. Antrean panjang ini dipicu oleh isu hoaks terkait rencana kenaikan harga yang membuat masyarakat panik,” ujar Samsul Mahmud, Rabu (9/9/2026).

Selain isu hoaks, Samsul menjelaskan faktor lain yang memicu penumpukan di SPBU adalah lebar margin harga antara BBM nonsubsidi (Pertamax) dan subsidi (Pertalite). Kondisi tersebut mendorong konsumen yang biasa menggunakan Pertamax beralih berburu Pertalite.

Untuk mengurai kekacauan ini, Pemkab Polman bersama aparat kepolisian dan TNI telah memberlakukan pembatasan kuota pembelian harian di SPBU guna memblokir ruang gerak para pelangsir BBM.

“Transaksi kita batasi. Untuk kendaraan roda empat maksimal Rp300 ribu per transaksi, sedangkan untuk sepeda motor dibatasi maksimal Rp50 ribu per transaksi,” tegas Samsul.

Ia juga memperingatkan secara keras kepada para pengelola SPBU agar tidak melakukan “main mata” dengan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk menimbun BBM.

“Tim Satgas bersama personel kepolisian dan TNI akan bersiaga di setiap SPBU. Pengawasan ini tidak boleh instan atau berhenti saat situasi mereda saja, tetapi harus berkelanjutan agar distribusi BBM kembali normal dan tepat sasaran,” pungkasnya.