Ruang Redaksi — Upaya pencarian hari kedua terhadap Faisal (9), bocah yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Laliko, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026) pagi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tim SAR gabungan bersama masyarakat menemukan jasad korban sekitar pukul 06.17 WITA, berjarak kurang lebih 100 meter arah utara dari titik awal dilaporkan hilang. Jasad bocah Sekolah Dasar tersebut ditemukan tersangkut di antara sela-sela pohon bakau.

Kanit SAR Polman, Agustan, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam posisi sudah mengapung di kawasan perairan yang dipenuhi vegetasi mangrove.

“Korban ditemukan sekitar pukul 06.17 WITA, jaraknya kurang lebih 100 meter ke arah utara dari lokasi awal. Jasadnya tersangkut di celah-celah pohon bakau dalam kondisi mengapung. Tim SAR gabungan dan warga langsung mengevakuasi korban untuk diserahkan ke rumah duka,” ujar Agustan, Jumat (4/9/2026).

Agustan menjelaskan, operasi pencarian telah dilakukan sejak Kamis sore dengan membagi kekuatan menjadi beberapa tim teknis. Sebagian personel menyisir perairan menggunakan perahu karet, sementara tim lainnya bersama warga lokal melakukan penyisiran darat di sepanjang garis pantai.

Insiden tragis ini bermula pada Kamis (3/9/2026) sore, ketika tiga orang anak Faisal (9), Rafli (9), dan Fahri (9) sedang berenang bersama di tepi Pantai Laliko. Secara tiba-tiba, gelombang ombak besar datang dan menyeret ketiganya ke tengah laut.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan. Naas, warga hanya berhasil menyelamatkan Rafli dan Fahri, sementara tubuh Faisal dengan cepat menghilang tergulung ombak.

Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD Polman, serta relawan masyarakat, jenazah Faisal kini telah diserahkan kepihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.