Ruang Redaksi – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Muhammad Rifki, bocah kelas lima sekolah dasar yang menjadi korban terkaman buaya di Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) sore pukul 15.40 WITA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pencarian yang memasuki hari kedua tersebut berlangsung dramatis. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Mamuju, potensi SAR, dan masyarakat setempat terus menyisir aliran sungai hingga jasad korban terlihat mengapung tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Setelah jazad korban berhasil ditemukan, Tim SAR kemudian mengevakuasi jazad tersebut kerumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Tangis histeris menyambut kedatangan jenazah, keluarga korban tidak kuasa menahan tangis melihat tubuh korban sudah terbujur kaku.

Komandan Tim (Dantim) Basarnas Mamuju, Muhammad Haerul, mengungkapkan bahwa proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat akibat tingginya tingkat ancaman serangan susulan dari satwa liar di lokasi operasi.

“Kendala utama yang kami hadapi selama proses pencarian adalah keberadaan buaya liar di lokasi operasi, sehingga ruang gerak tim menjadi sangat terbatas untuk keselamatan penyisiran,” kata Haerul.

Untuk mengimbangi kendala tersebut, sebanyak sembilan personel Basarnas Mamuju dibantu potensi SAR mengerahkan teknik water blender menggunakan perahu karet guna memicu jasad korban terangkat ke permukaan.

“Setelah kami melakukan teknik water blender, beberapa menit kemudian sekitar pukul 15.40 WITA jasad korban mengapung di permukaan air. Tim langsung mengevakuasi jasad menuju rumah duka,” jelasnya.

Peristiwa naas ini bermula saat korban tengah mandi di Sungai Budong-Budong bersama nenek, tante, dan beberapa rekannya sebelum mendadak diserang predator air tersebut. Saat ditemukan, kondisi jasad korban memenuhi sejumlah luka bekas gigitan.

Menanggapi insiden yang kerap berulang di wilayah tersebut, pihak Basarnas mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran Sungai Budong-Budong untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra guna mencegah jatuhnya korban jiwa susulan.