Ruang Redaksi – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bergerak cepat mengantisipasi ancaman musim kemarau yang mulai berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan wilayah tersebut.
Bupati Polman, Samsul Mahmud, mengajukan permohonan bantuan pompa air secara langsung kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.
Langkah responsif Pemkab Polman ini disambut baik oleh pemerintah pusat. Kementerian Pertanian langsung menugaskan Direktur Wilayah Badan Restrukturisasi dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat untuk turun melakukan verifikasi serta kunjungan lapangan ke sejumlah titik lokasi yang terdampak kekeringan.
Verifikasi lapangan ini bertujuan memastikan kondisi riil pasokan air sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak para petani sebelum bantuan disalurkan.
Bupati Samsul Mahmud menegaskan komitmen Pemkab Polman untuk terus mendampingi para petani dalam menghadapi tantangan iklim dan menjaga pasokan air lahan pertanian.
“Pemerintah harus hadir, mendengar kebutuhan masyarakat, dan mengambil langkah nyata dalam menghadapi dampak kekeringan,” ujar Samsul Mahmud.
Dalam peninjauan dan pengawalan program ini, Bupati Samsul Mahmud turut didampingi oleh Ketua DPRD Polman Fachry Fadly, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Polman. Sinergi lintas sektor ini dilakukan agar penanganan kekeringan berjalan optimal dari hulu ke hilir.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani dan masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi musim kemarau dan menjaga ketahanan pangan di Polewali Mandar,” pungkasnya.
Pemkab Polman memastikan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian akan terus berjalan agar penyaluran bantuan pompa air tepat sasaran dan aktivitas produksi pertanian tetap terjaga.




