Ruang Redaksi — Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) resmi meluncurkan gerakan sosial “PERPADI Peduli”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mengawali program perdana ini, PERPADI melakukan bedah rumah total bagi warga tidak mampu di Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Ketua PERPADI, Ajbar, menegaskan bahwa keberadaan organisasi yang dipimpinnya tidak boleh hanya berfokus pada ekosistem bisnis dan perberasan semata, melainkan juga harus memberikan dampak sosial nyata.

“PERPADI bukan hanya berbicara tentang usaha penggilingan padi dan perberasan. Kami ingin keberadaan PERPADI memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujar Ajbar.

Ia menjelaskan, seluruh dana pembangunan rumah tersebut berasal murni dari swadaya dan kontribusi anggota PERPADI tanpa membebankan masyarakat atau pihak luar. Program ini dirancang berjalan berkelanjutan sebanyak dua kali dalam setahun, bertepatan dengan setiap musim panen gabah.

Momentum panen dinilai sebagai waktu yang pas untuk berbagi, mengingat pelaku usaha penggilingan padi merupakan bagian tak terpisahkan dari mata rantai ekonomi masyarakat petani.

Inisiatif ini disambut hangat oleh internal organisasi. Bendahara DPD PERPADI Sulawesi Barat, H. Sabaruddin (H. Sabah), menyebut aksi ini sebagai simpul solidaritas antaranggota.

“Program ini lahir dari rasa kepedulian anggota. Jika konsisten dilakukan dua kali setahun, insyaallah semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” kata Sabah.

Dukungan serupa disampaikan Ketua DPC PERPADI Polewali Mandar, H. Hamzah Syamsuddin. Menurutnya, aksi sosial ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antara pengusaha beras dan warga lokal.

“Ini bukan sekadar bedah rumah, melainkan tentang semangat kebersamaan. Kami berharap rumah pertama di Tumpiling ini menjadi awal dari gerakan sosial PERPADI yang lebih besar,” tutur Hamzah.

Melalui program rutin setiap musim panen ini, PERPADI berkomitmen menjaga semangat gotong royong agar keberadaan industri perberasan di Sulawesi Barat membawa keberkahan ekonomi sekaligus nilai kemanusiaan.