Ruang Redaksi – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Seorang remaja berusia 15 tahun, Sinjo tewas setelah diterkam dan diseret buaya saat mandi bersama adiknya di Sungai Budong-Budong, Lingkungan Batu Sitanduk, Kelurahan Tobadak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa naas tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.05 WITA. Korban bersama saudara-saudaranya mendatangi bantaran sungai untuk mandi. Saat korban beraktivitas di area dangkal dengan kedalaman air sekitar selutut atau 40 sentimeter, seekor buaya mendadak muncul dari arah belakang dan langsung menerkamnya.

Korban sempat berteriak histeris meminta pertolongan. Kakak korban yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan adiknya dengan memukul predator tersebut. Namun, upaya itu gagal menghentikan cengkeraman buaya hingga korban diseret ke area sungai yang lebih dalam.

Insiden dramatis ini sempat terekam kamera amatir warga. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat diseret buaya mengikuti aliran sungai selama kurang lebih 45 menit hingga satu jam.

Warga setempat yang mengetahui kejadian ini langsung berbondong-bondong melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.00 WITA, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal penerkaman. Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka gigitan parah di beberapa bagian tubuh, termasuk pinggul, punggung, dan lengan kiri.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Mateng Kabupaten Mamuju Tengah, Hamka, membenarkan kronologi kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Kepala Dusun Tadu. Ia mengimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di bantaran sungai selama musim kemarau.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika turun ke sungai karena terdapat binatang buas yang dapat mengancam jiwa. Pihak BPBD juga akan memasang imbauan keselamatan di lokasi-lokasi rawan yang sering dikunjungi warga,” ujar Hamka.

Menurutnya, Proses pencarian korban berlangsung selama satu jam, warga bahu membahu melakukan pencarian korban di sepanjang bantaran sungai.

“Dari beberapa rekaman yang dilihat di  video bahwa masyarakat mengatakan anak ini memang diseret buaya kurang lebih satu kilometer,” ungkapnya.

Ia menghimbau agar masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, meski kemarau ancaman bahaya bisa datang kapan saja.

“Saya sebagai kepala bidang BPBD Mamuju Tengah menghimbau kepada masyarakat walapun dalam musim kekeringan ini tujuan masyarakat pasti ke bantaran sungai akan tetapi kami mengingatkan agar selalu berhati-hati ketika turun ke sungai, karena di sungai terdapat beberapa binatang buas yang siap menerkam atau mengancam jiwa,” sebutnya.