Ruang Redaksi – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggelar studi banding ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hajjah Andi Depu Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Kamis (16/7).
Kunjungan kerja ini difokuskan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi mendalam terkait pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya mengenai sistem pembagian jasa pelayanan kesehatan.
Rombongan legislator dari Luwu Utara tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, dr. Irwandi Muis, didampingi jajaran tim manajemen rumah sakit. Pertemuan yang berlangsung hangat ini diawali dengan pemaparan profil rumah sakit, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif mengenai tata kelola anggaran BLUD serta formulasi pembagian jasa layanan bagi tenaga medis.
Melalui forum koordinasi ini, Komisi I DPRD Luwu Utara berhasil menghimpun berbagai informasi strategis dan masukan penting. Data dan pengalaman dari RSUD Hajjah Andi Depu ini diharapkan dapat menjadi referensi kuat dalam mendukung penguatan regulasi serta kebijakan pengelolaan BLUD di Kabupaten Luwu Utara.
Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, dr. Irwandi Muis, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan kerja tersebut. Ia berharap kolaborasi antardaerah seperti ini dapat terus terjalin demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam pemaparannya, dr. Irwandi juga membagikan berbagai capaian prestasi yang telah diraih rumah sakit, sekaligus memetakan sejumlah tantangan dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diterapkan.
“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Namun, kami juga menyadari masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama terkait penambahan peralatan medis yang modern serta peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan kami,” ujar dr. Irwandi.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara, Megawati Jamal, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi sarana penting untuk saling berbagi pengalaman demi merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih berpihak pada masyarakat di daerah asalnya.
“Kami melihat langsung bagaimana tata kelola yang baik di sini diterapkan secara nyata. Mulai dari sistem pelayanan, efisiensi pengelolaan anggaran BLUD, hingga manajemen penanganan pasien BPJS Kesehatan. Seluruh poin penting ini akan menjadi bahan evaluasi dan masukan berharga bagi kami di Luwu Utara,” jelas Megawati.
Ia juga menaruh harapan besar agar kunjungan kerja ini menjadi pemantik kerja sama yang lebih erat di masa depan, demi mendorong kemajuan kualitas pelayanan kesehatan, baik di wilayah Sulawesi Barat maupun Sulawesi Selatan.




