Ruang Redaksi – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, selama beberapa jam pada Rabu (10/6/2026) malam, mengakibatkan sejumlah kawasan permukiman terendam banjir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain faktor cuaca ekstrem, buruknya sistem drainase dituding menjadi pemicu utama meluapnya air ke permukaan.

Ketinggian air yang merendam permukiman warga bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter. Kondisi ini memaksa warga bergerak cepat menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi guna meminimalisasi kerugian material.

Dampak banjir tidak hanya menyasar perumahan warga, tetapi juga mengganggu akses Jalan Trans Sulawesi. Genangan air yang cukup tinggi di jalur lintas provinsi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan.

Banyak pengendara roda dua yang nekat menerobos genangan air akhirnya harus gigit jari lantaran kendaraan mereka mengalami mogok di tengah jalan. Mereka terpaksa mendorong motor  di tengah kepungan air.

Jalan Trans Sulawesi Terendam Banjir. (Foto: Asyhar)

Salah seorang warga terdampak, Eni, menuturkan bahwa air mulai naik dengan cepat sesaat setelah hujan lebat mengguyur wilayah Polman selama kurang lebih tiga jam tanpa henti.

“Saat hujan deras saya masih berada di pasar. Begitu hujan reda dan saya mau pulang ke rumah, jalannya sudah banjir seperti ini. Bahkan, banjir kali ini rasanya yang terparah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Eni saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu malam.

Eni menambahkan, luapan air masuk begitu cepat ke area perumahan hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Jalanan utama terendam, rumah-rumah warga juga parah kemasukan air. Tapi menjelang tengah malam ini, airnya sudah mulai berangsur surut,” pungkasnya.

Mengantisipasi adanya hujan susulan yang bisa memicu banjir kiriman kembali, warga masih berjaga-jaga di depan rumah mereka sembari membersihkan sisa-sisa sampah yang ikut terbawa air.