Ruang Redaksi – Suasana haru dan sukacita menyelimuti Area Stadion Stadion S. Mengga Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Rabu (10/6/2026). Ratusan jemaah haji kloter 19 asal Polman akhirnya tiba kembali di kampung halaman setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kedatangan para tamu Allah ini disambut oleh ribuan warga yang sudah memadati area stadion sejak pagi hari. Sebanyak 387 orang jemaah haji sukses mencuri perhatian publik dengan penampilan mereka yang modis dan nyentrik saat turun dari bus.
Ada pemandangan menarik yang menjadi tradisi khas setiap kepulangan jemaah haji di wilayah ini. Jemaah haji perempuan tampil anggun dan mencolok dengan mengenakan pakaian madawarah busana khas jemaah haji Bugis-Mandar yang penuh payet berkilau dan penutup kepala berlapis.
Sementara itu, jemaah haji laki-laki tampil gagah bak raja Arab. Mereka mengenakan baju koko premium lengkap dengan sorban (ghutrah) yang diikat rapi di kepala menggunakan igal. Penampilan glamor dan ikonik ini sengaja disiapkan sebagai bentuk rasa syukur dan sukacita setelah sebulan penuh beribadah.
Begitu pintu bus dibuka, tangis haru langsung pecah. Ribuan anggota keluarga yang rela berdesak-desakan di bawah terik matahari demi menyambut orang tercinta langsung merangsek maju.
Pelukan hangat dan lambaian tangan menjadi puncak pelepas rindu setelah lebih dari satu bulan lamanya mereka berpisah terpisah jarak dan waktu.
“Alhamdulillah saya sangat senang bisa kembali dengan selamat dan sehat, tapi ada sedihnya juga karena meninggalkan tanah suci, dari Makkah ke Makassar sekitar 11 jam perjalanan, kemudian Makassar Polman itu sekitar 6 jam. Rasa lelah langsung hilang begitu lihat keluarga sudah menunggu di sini,” kata salah satu jamaah haji, Hasriani, saat ditemui dilokasi.
Menurutnya, ia sengaja menyiapkan pakaian khusus saat pulang dari tanah suci Makkah, tradisi turun temurun ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur setelah menunaikan ibadah haji.
“Saya sudah siapkan pakaian ini jauh jauh hari sebelumnya, saya sengaja pesan disini kemudian saya bawa ketanah suci. Pakaian ini namanya pakaian kabaya yang digunakan saat pulang haji,” ungkapnya.
Di tengah kemeriahan dan padatnya penjemput, tim medis yang bersiaga di lokasi bergerak cepat mengevakuasi salah seorang jemaah. Jemaah tersebut terpaksa langsung dilarikan ke dalam ambulans untuk mendapatkan bantuan pernapasan.
Ia dilaporkan mengalami sesak napas akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh, ditambah kondisi cuaca yang cukup menyengat dan padatnya kerumunan warga di sekitar area penjemputan. Jemaah tersebut telah mendapatkan penanganan intensif dari petugas medis dan kondisinya berangsur stabil.
Secara umum, prosesi pemulangan jemaah haji Kabupaten Polman tahun 2026 ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan dan Dinas Perhubungan setempat.




