Ruang Redaksi — Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan satu lagi korban anak yang tenggelam di Sungai Mapilli, Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Minggu (7/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban kedua yang diketahui bernama Aqirah Humairah (7) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad bocah malang ini ditemukan tersangkut di ranting pohon di pinggir sungai, sekitar 3,84 kilometer dari Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK).

Setelah berhasil dievakuasi dari rimbunnya ranting pohon, jenazah Aqirah langsung dibawa menggunakan perahu karet menuju rumah duka.

Isak tangis dan jeritan histeris dari pihak keluarga pecah saat menyambut kedatangan jenazah. Pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan mendalam ketika melihat tubuh kaku sang anak berada di dalam kantong jenazah.

Jasad korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan rencananya akan dimakamkan hari ini di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Kanit Basarnas Polman, Ibrahim, mengonfirmasi bahwa penemuan Humairah merupakan hasil dari penyisiran intensif yang dilakukan tim gabungan sejak pagi hari.

“Tadi pagi tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Maloso (Mapilli) dan berhasil menemukan korban atas nama Humairah (7) pada jarak sekitar 3,82 km dari LKK. Korban ditemukan tersangkut di ranting kayu,” ujar Ibrahim kepada media, Minggu (7/6/2026).

Dengan ditemukannya Humairah, total sudah dua korban yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Saat ini, operasi SAR masih menyisakan satu korban lagi yang belum ditemukan.

“Tersisa satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Darmawan, anak laki-laki berumur 6 tahun. Pencarian tetap kami lanjutkan dan maksimalkan dengan menyusuri aliran sungai hingga ke arah muara,” tambahnya.

Dalam melakukan proses pencarian, Ibrahim mengakui tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala alam, terutama terkait kondisi geografis sungai yang tidak menentu.

“Kendala kami yakni kontur sungai yang berubah-ubah, kadang sangat dalam dan tiba-tiba dangkal. Untuk sisa pencarian ini, fokus utama kami arahkan ke area muara sungai,” jelasnya.

Demi mengoptimalkan pencarian di hari ketiga ini, Tim SAR mengerahkan kekuatan penuh, dengan memgerahkan Alat Utama (Alut), dua unit perahu karet milik Basarnas dan satu unit perahu milik BPBD untuk penyisiran air. Serta Tim Darat (Infanteri), personel gabungan yang melakukan penyisiran dengan berjalan kaki menyusuri sepanjang pinggiran sungai.

Tim SAR gabungan berharap sisa satu korban dapat segera ditemukan seiring dengan diperluasnya radius pencarian hingga ke muara sungai.