Ruang Redaksi – Pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terus diintensifkan.
Memasuki hari kedua pencarian, Sat Brimob Polda Sulbar mengerahkan puluhan personel tambahan guna memaksimalkan penyisiran di area sungai dan daratan.
Sebanyak 20 personel dari Kompi IV Yon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar kini telah diterjunkan langsung di lokasi kejadian untuk memperkuat tim SAR gabungan.
Wadanki Kompi IV Yon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar, Ipda Rasmadi, menjelaskan bahwa pihaknya membagi personel ke dalam dua tim dengan strategi penyelamatan yang berbeda.
“Kita bagi jadi dua tim. Ada yang mencari di sungai menggunakan perahu karet, dan ada juga yang berada di darat untuk berjalan kaki menyisir pinggir sungai menuju ke arah muara. Jarak penyisiran ini kurang lebih mencapai 8 kilometer,” ujar Ipda Rasmadi saat ditemui di lokasi pencarian.
Ipda Rasmadi menegaskan, seluruh pergerakan tim di lapangan tetap mengacu pada satu komando di bawah kendali Basarnas. Sinergi ini dilakukan agar proses pencarian berjalan efektif dan terukur.
Meskipun tim sempat beristirahat sejenak menjelang ibadah salat Duhur, operasi kemanusiaan ini dipastikan langsung berlanjut demi menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Fokus kami tetap sama dengan Basarnas, kita lakukan secara maksimal. Sampai siang ini memang belum ada tanda-tanda keberadaan korban, namun pencarian akan langsung kita lanjutkan kembali setelah duhur,” ungkapnya.

Upaya pencarian terbilang tidak mudah. Selain faktor luasnya area, tim gabungan juga harus berhadapan dengan kondisi alam dan karakteristik Sungai Maloso yang cukup ekstrem.
Ipda Rasmadi mengungkapkan, dugaan sementara korban belum ditemukan karena posisi tubuhnya terhalang oleh material alami di dalam air.
“Kami curigai posisi anak ini tersangkut di tumpukan kayu, karena memang banyak kayu di tengah sungai. Kendala utama di lapangan saat ini adalah arus sungai yang sangat deras dan kondisi air yang dalam,” ungkapnya.
Untuk menyiasati medan yang berat tersebut, pihak Brimob pun memutuskan untuk menambah daya dukung personel dibanding hari pertama.
“Kami sudah lakukan pencarian sejak hari pertama kejadian. Di hari pertama kami menurunkan 15 personel, dan hari ini kita tambah 5 orang lagi, sehingga total menjadi 20 personel,” pungkas Rasmadi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Brimob, Basarnas, dan warga setempat masih terus berupaya menyisir aliran Sungai Maloso dengan harapan korban dapat segera ditemukan.




