Ruang Redaksi – Langkah konkret diambil Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk menjawab keluhan petani bawang merah di Kecamatan Balanipa. Sebagai tindak lanjut kunjungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, tim ahli geolistrik resmi memulai survei lapangan untuk memetakan potensi air tanah, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini merupakan respon cepat atas instruksi Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, yang sebelumnya meninjau langsung kondisi lahan dan mendengarkan aspirasi para petani terkait sulitnya akses air irigasi.
Dalam proses identifikasi ini, tim teknis menggunakan metode geolistrik guna membedah kondisi lapisan bawah permukaan tanah secara akurat. Teknologi ini memungkinkan petugas untuk mendeteksi keberadaan lapisan pembawa air (akuifer), memperkirakan kedalaman sumber air secara presisi dan menganalisis kelayakan titik pengeboran agar tepat sasaran.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa survei ini adalah langkah awal yang krusial sebelum pembangunan infrastruktur fisik dilakukan.
“Bapak Bupati Polman langsung mengoordinasikan hal ini dengan pihak BWS pasca tinjauan lapangan. Harapannya, kebutuhan air bagi petani bawang merah dapat segera terpenuhi untuk mendukung praktik budidaya yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Yunus.
Hasil dari pemetaan geolistrik ini nantinya akan menjadi dasar utama dalam menentukan titik pengeboran sumur dalam (sumur bor). Dengan data yang akurat, diharapkan penyediaan sumber air bagi petani di Balanipa dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan memiliki debit air yang stabil meskipun saat musim kemarau.




