Ruang Redaksi – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026).
Upacara penutupan yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Sulawesi Barat ini dipimpin langsung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Acara tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Polman, jajaran Pimpinan Forkopimda Polman, serta ratusan masyarakat setempat yang antusias menyaksikan berakhirnya program kemanunggalan TNI tersebut.
Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Polman. Ia memuji komitmen Bupati yang tetap memprioritaskan kesejahteraan masyarakat desa meski di tengah kondisi fiskal yang menantang.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Polman. Di tengah-tengah pengetatan anggaran, beliau masih bisa mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan untuk menyukseskan program ini dan membantu menyejahterakan masyarakat di Polman,” ujar Pangdam.
Program TMMD ke-127 kali ini didukung oleh alokasi dana APBD Polman sebesar Rp1 Miliar. Dana tersebut dikelola secara kolaboratif untuk menyasar sejumlah proyek krusial di Desa Bulo dan sekitarnya.
Beberapa capaian fisik dan non-fisik yang berhasil dirampungkan antara lain:
Akses Jalan: Pembangunan rabat beton sepanjang 500 meter dan pengerasan jalan sepanjang 300 meter lengkap dengan pembuatan talud.
Hunian & Sanitasi: Rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pengeboran sumber air bersih bagi warga.
Fasilitas Umum: Pengecatan tempat ibadah agar lebih layak dan nyaman.
Sosial & Kesehatan: Pemberian makanan tambahan bagi 100 anak stunting, layanan pengobatan gratis, serta gelaran bazar murah bagi masyarakat desa.
Meski TMMD ke-127 telah usai, Pangdam menegaskan bahwa pembangunan di wilayah Bulo tidak akan berhenti di sini. Berdasarkan laporan Danrem terkait kondisi infrastruktur jalan yang masih memerlukan perhatian, TNI berkomitmen melanjutkan pembangunan melalui skema lain.
“Nanti setelah ini akan ada Karya Bakti lagi untuk melanjutkan program itu. Ada program dari Gubernur, dan Bupati juga sedang menghitung ulang mana yang bisa dilanjutkan,” jelas Mayjen Jonathan.
Lebih lanjut, Pangdam berjanji akan mendorong sinergi yang lebih luas, untuk pembangunan infrastruktur diwilayah terpencil.
“Kita berharap program ini bisa didorong oleh semua pihak. Bukan hanya pemerintah kabupaten atau provinsi, bahkan pemerintah pusat juga akan kita coba bantu (komunikasikan) untuk mendorong percepatan pembangunan di sini,” pungkasnya.
Penutupan TMMD ini menandai babak baru bagi warga Desa Bulo yang kini memiliki akses jalan lebih baik dan fasilitas sanitasi yang lebih layak untuk menunjang ekonomi serta kesehatan keluarga.




