Ruang Redaksi – Geliat pesta sepak bola terakbar, Piala Dunia 2026, benar-benar terasa nyata di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Ratusan warga yang tergabung dalam berbagai komunitas pencinta sepak bola turun ke jalan menggelar aksi konvoi kendaraan secara akbar pada Kamis (11/6/2026) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan membawa ratusan bendera dan atribut negara kontestan favorit, aksi massa ini sukses mengubah jalur utama Trans Sulawesi menjadi lautan warna-warni yang memikat perhatian publik.

Sejak pukul 14.00 WITA, ratusan kendaraan sudah memadati titik start di Kampung Bola Pambusuang. Barisan konvoi bergerak melintasi Kecamatan Tinambung menuju Alun-alun Wonomulyo, sebelum akhirnya bertolak kembali ke titik awal.

Daya tarik konvoi ini terbukti luar biasa dengan keterlibatan peserta dari lintas generasi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Mereka mengendarai sepeda motor hingga mobil bak terbuka yang telah dihias sedemikian rupa menggunakan poster bintang-bintang lapangan hijau dunia.

Sepanjang jalan, bendera raksasa dari negara-negara raksasa sepak bola seperti Brasil, Argentina, Jerman, hingga Belanda tampak berkibar mendominasi barisan.

Yel-yel dukungan yang membakar semangat ditambah bunyi klakson yang bersahutan sepanjang rute konvoi membuat suasana jalan raya menjadi sangat hidup. Aksi ini pun mengundang antusiasme ratusan warga lainnya yang sengaja berdiri di pinggir jalan demi mengabadikan momen langka tersebut menggunakan ponsel mereka.

Salah seorang peserta konvoi, Naharuddin, mengungkapkan bahwa aksi turun ke jalan ini murni lahir dari inisiatif spontan warga yang sudah tidak sabar menyambut kick-off turnamen empat tahunan tersebut.

“Kita start dari Pambusuang melintasi Tinambung menuju Wonomulyo, kemudian kembali lagi. Jumlah yang ikut tidak terhitung, pokoknya banyak karena hampir semua wilayah yang dilalui sepanjang jalan juga ikut bergabung masuk barisan. Ada ratusan kendaraan yang ikut,” kata Naharuddin kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Naharuddin menambahkan, konvoi ini menjadi puncak luapan kegembiraan warga yang memang dikenal sangat fanatik terhadap sepak bola, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang masif bagi sesama pencinta bola di Polman.

Meski melibatkan konvoi massa dan kendaraan dalam jumlah besar, jalannya aksi terpantau tetap tertib dan kondusif. Sebelum turun ke jalan, panitia telah berkoordinasi matang dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan guna memastikan rute konvoi tidak melumpuhkan arus lalu lintas utama di Jalan Trans Sulawesi.

Para peserta konvoi juga menunjukkan tingkat disiplin yang tinggi dalam berkendara, salah satunya dengan tetap mematuhi aturan keselamatan seperti wajib menggunakan helm bagi pengguna sepeda motor.

Gemuruh dan warna-warni konvoi di jalanan Polman ini menjadi bukti nyata bagaimana sepak bola selalu berhasil menyatukan masyarakat dalam satu semangat kebersamaan yang meriah.