Ruang Redaksi – Pasca-musibah kebakaran yang melanda Kampung Tulu, Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, bantuan terus mengalir bagi para penyintas. Kali ini, Gerakan Pemuda Peduli hadir membawa angin segar bagi pendidikan anak-anak terdampak dengan menyalurkan puluhan paket perlengkapan sekolah.
Bantuan yang diserahkan secara langsung ini menyasar anak-anak usia Paud, sekolah dasar (SD) sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Paket bantuan tersebut meliputi tas sekolah, buku tulis, kaos kaki, hingga sepatu baru.
Pengurus Komunitas Pemuda Peduli, Nilda, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul setelah melihat banyaknya permintaan dari warga di pengungsian. Banyak anak yang kehilangan seluruh peralatan sekolahnya saat si jago merah melahap pemukiman mereka.
“Kami sengaja memprioritaskan perlengkapan sekolah agar anak-anak kita di sini tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan, meski sedang dalam masa sulit pasca-bencana,” kata Nilda saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Bantuan ini merupakan buah dari penggalangan dana yang dilakukan komunitas selama beberapa hari terakhir. Antusiasme donatur yang tinggi membuat jumlah penerima manfaat bertambah dari rencana awal.
“Penerima Utama 40 anak penyintas kebakaran, tapi rencana kita akan tambah lagi 19 paket, kami akan salurkan untuk memastikan anak-anak lain di sekitar lokasi yang membutuhkan juga terakomodasi,” ungkapnya.
Selain alat tulis, komunitas juga menyalurkan tabung gas, rak piring, hingga rempah-rempah untuk mendukung operasional dapur umum di pengungsian.
“Gerakan Pemuda Peduli memahami bahwa selain pendidikan, urusan perut di pengungsian adalah hal krusial. Penyaluran perlengkapan dapur dan bumbu dapur diharapkan dapat meringankan beban petugas di dapur umum dalam menyediakan konsumsi harian yang layak bagi para pengungsi,” jelasnya.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas pemuda di Polman tetap kuat dalam mengawal pemulihan mental dan fasilitas dasar bagi para korban bencana.




