Ruang Redaksi – Menghidupkan suasana Ramadan sekaligus mendorong ekosistem digital, Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop) Polewali Mandar serta Bank Sulselbar menggelar bazar UMKM bertajuk “Maradika QRIS Ramadan UMKM Baik”.
Kegiatan yang berpusat di Lapangan Pancasila, Pekkabata, ini menjadi ajang pembuktian transformasi digital bagi para pelaku usaha lokal di Polewali Mandar.
Kepala Disperindagkop Polman, Agusniah Hasan Sulur, menjelaskan bahwa seluruh transaksi dalam bazar ini diwajibkan menggunakan sistem non-tunai melalui QRIS. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan “Maradika QRIS” yang fokus pada digitalisasi pembayaran.
“Kami menargetkan total 10.000 transaksi hingga akhir kegiatan pada 14 April mendatang. Target harian kami adalah 200 transaksi, di mana yang dihitung adalah jumlah frekuensi transaksinya, bukan nominal rupiahnya,” ujar Agusniah, saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/2/2026).
Meski antusiasme pengunjung di lokasi fluktuatif karena tren belanja daring dari rumah, Agusniah menegaskan bahwa 100 UMKM yang terlibat tetap terfasilitasi.
“Beberapa pelaku usaha berjualan dari rumah atau menitipkan produk, namun semuanya sudah terdaftar QRIS sehingga transaksi bisa dilakukan dari mana saja,” ungkapnya.
Untuk menarik minat masyarakat, Bank Indonesia menghadirkan program unik di booth mereka. Pengunjung berkesempatan bermain PlayStation (PS) hanya dengan membayar Rp1 menggunakan QRIS. Selain itu, terdapat program kupon berhadiah bagi pengunjung yang aktif bertransaksi non-tunai di area bazar.
Analis Junior Bank Indonesia, Aswin Wahyu Ramadhan, menyebutkan bahwa Maradika QRIS merupakan kick-off atau peluncuran rangkaian kegiatan semarak digitalisasi pembayaran dan pengamanan transaksi tahun ini.
“Kami mendesain kegiatan ini agar masyarakat semakin terbiasa dengan sistem non-tunai. Berdasarkan pengamatan kami, penggunaan pembayaran digital di Polewali Mandar terus meningkat secara signifikan,” kata Aswin.
Tak hanya soal transaksi, bazar ini juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan yang menyediakan dua jenis layanan praktis bagi pengunjung. Sambil menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit), masyarakat bisa mendapatkan sosialisasi perlindungan kerja sekaligus berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik.
Pihak panitia terus berupaya menjaga semangat para pelaku usaha di tengah tantangan keramaian lokasi. Salah satu strateginya adalah dengan menyelenggarakan acara buka puasa bersama di area bazar untuk meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
“Ke depan, kami akan terus berdiskusi untuk menyempurnakan model kegiatan seperti ini, menyesuaikan dengan perilaku masyarakat yang kini lebih gemar memesan secara online,” tutup Agusniah.




