Ruang Redaksi – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman di Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, tidak hanya fokus pada pembangunan jalan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Personel Satgas TMMD kini juga menyasar fasilitas spiritual warga dengan melakukan pengecatan ulang rumah ibadah.
Langkah ini diambil untuk memastikan sarana ibadah masyarakat tampil lebih bersih, cerah, dan nyaman digunakan, terutama menjelang momen-momen besar keagamaan.
Komandan SSK TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Subarkah, menegaskan bahwa rehabilitasi fasilitas umum seperti rumah ibadah merupakan sasaran tambahan yang krusial. Menurutnya, aspek spiritual merupakan fondasi kebersamaan warga desa.
“Rumah ibadah adalah pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang silaturahmi warga. Kami memasukkan pengecatan ini dalam sasaran tambahan agar masyarakat bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman,” ujar Kapten Inf Subarkah di lokasi kegiatan, Minggu (23/2/2026).
Pengerjaan pengecatan ini dilakukan secara bahu-membahu antara personel Satgas TMMD dan warga setempat. Dinding bangunan yang sebelumnya tampak kusam karena faktor cuaca, kini berubah menjadi rapi dan berwarna cerah.
Menurut Subarkah, semangat gotong royong ini adalah esensi sejati dari TMMD. TNI tidak bekerja sendiri, melainkan menyatu dengan nafas kehidupan masyarakat desa.
“TMMD bukan sekadar membangun fisik seperti jalan atau rumah, tetapi juga menyentuh fasilitas sosial yang menjadi bagian penting dalam detak jantung kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Kehadiran personel TNI yang memoles rumah ibadah ini mendapat apresiasi tinggi dari warga Desa Bulo. Salah satu warga mengungkapkan rasa syukur karena perbaikan ini dilakukan tepat waktu, mengingat sebentar lagi umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadan.
“Kami sangat berterima kasih. Dengan cat baru ini, masjid kami jadi tampak lebih bersih. Beribadah jadi lebih tenang, apalagi sebentar lagi mau puasa,” tutur salah seorang warga.
Program TMMD ke-127 di Desa Bulo ini pun menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan di daerah terpencil, baik dari sisi infrastruktur maupun penguatan sarana sosial masyarakat.




