Ruang Redaksi – Musibah kebakaran yang melanda pemukiman warga di Lingkungan Salurebong, Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, menyisakan duka mendalam bagi pemilik rumah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain kehilangan tempat tinggal, pemilik rumah juga harus merelakan uang tunai puluhan juta rupiah dan perhiasan emas mereka ludes dilalap si jago merah pada Rabu malam (13/5/2026).

Dua rumah yang mengalami rusak berat dalam peristiwa kebakaran ini diketahui bernama bernama Pinda (73) dan Saripah (68).

Kerugian materil dalam insiden ini ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal. Anak korban, Husna, mengungkapkan bahwa sang ayah menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam rumah tanpa sepengetahuan anggota keluarga lainnya.

“Total ada sekitar Rp67 juta uang tunai yang terbakar. Itu uang arisan. Saya tidak tahu kalau orang tua saya simpan uang sebanyak itu karena dia tidak bilang, nanti setelah terbakar baru dia beri tahu saya,” ujar Husna saat ditemui dilokasi.

Menurut Husna, uang tersebut disimpan di dua tempat berbeda, yakni di dalam lemari dan di bawah kasur. Selain uang tunai, perhiasan emas seberat 12 gram berupa kalung dan cincin milik ibunya hingga kini belum berhasil ditemukan di sisa puing reruntuhan.

“Sisa uang ada sedikit saya temukan di luar, tapi emasnya belum ada,” ungkapnya.

Husna Perlihatkan Sisa Uang Yang ditemukan di Puing Kebakaran. (Foto: Asyhar)

Husna menceritakan detik-detik sebelum api berkobar. Ia sempat mengunjungi rumah orang tuanya dan melihat sang ibu sedang memasak menggunakan tungku kayu. Namun, posisi tungku tersebut sangat dekat dengan tabung gas, yang memicu kekhawatiran Husna.

“Saya sempat tegur, kenapa masak berdekatan dengan gas. Saya mau pindahkan tapi api masih menyala di tungku, jadi saya bilang besok saja dipindah posisinya,” jelas Husna.

Nahas, kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Setelah ditinggal sekitar 20 menit oleh ibunya, api dengan cepat membesar. Saat kejadian, Pinda sedang berada di rumah, sementara sang cucu yang tinggal bersamanya sedang berada di luar rumah.

Aparat kepolisian dari Polres Polewali Mandar yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban, untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Dugaan sementara, api berasal dari rambatan panas tungku kayu ke tabung gas atau material rumah yang mudah terbakar di sekitarnya.

Kini, Pinda dan Saripah hanya bisa terpaku melihat sisa-sisa rumah mereka yang sudah rata dengan tanah. Pihak keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk meringankan beban kedua lansia tersebut, mengingat seluruh harta benda dan tabungan mereka telah habis terbakar.