Ruang Redaksi – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mempertegas komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Hal ini ditegaskan Bupati Polman, Samsul Mahmud, saat menghadiri Sosialisasi Syukuran Swasembada Pangan Nasional sekaligus melakukan panen padi perdana di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Rabu (7/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Luyo ini menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan kelompok tani. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman Andi Afandi Rahman, perwakilan Kodim 1402 Polman, serta unsur pemerintah desa setempat.

Dalam arahannya, Bupati Samsul Mahmud menekankan bahwa keberhasilan swasembada bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil kolaborasi nyata di lapangan. Ia memposisikan petani dan penyuluh sebagai aktor utama pembangunan ekonomi daerah.

“Keberhasilan swasembada pangan tidak lepas dari peran aktif penyuluh dan petani. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan strategis dan sinergi lintas sektor agar produktivitas kita tetap stabil,” tegas Samsul.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman, Andi Afandi Rahman, menjelaskan bahwa panen perdana ini adalah bukti efektivitas penerapan teknologi budidaya dan pendampingan intensif dari BPP Luyo.

“Kami terus mendorong penguatan kelembagaan penyuluhan. Optimalisasi teknologi dan penguatan kelompok tani adalah kunci agar swasembada ini berkelanjutan, bukan sekadar musiman,” ujar Andi Afandi.

Menariknya, agenda ini tidak hanya diisi dengan kegiatan fisik di sawah. Para peserta juga mengikuti koordinasi nasional secara daring melalui Zoom Meeting untuk mendengarkan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian.

Langkah ini diambil guna memastikan arah kebijakan di tingkat daerah selaras dengan visi besar pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan di tengah tantangan global.