Ruang Redaksi – Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar agenda reses di dua titik sekaligus, yakni penambahan Desa Katumbangan Lemo dan Desa Baru. Kegiatan ini dilakukan guna menyerap langsung keluhan dan usulan pembangunan dari masyarakat di tingkat desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam dialog tatap muka tersebut, warga secara bergantian menyampaikan berbagai usulan mendesak, mulai dari perbaikan akses jalan, pembenahan jaringan irigasi, hingga penyediaan sarana air bersih yang memadai.

Ketua DPRD Polman menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang telah dihimpun ini akan menjadi catatan penting dan bahan pembahasan utama bersama pemerintah daerah.

“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan riil di lapangan. Apa yang menjadi usulan warga akan kami perjuangkan dan kawal agar masuk dalam program pembangunan daerah, tentunya dengan menyesuaikan skala prioritas yang ada,” ujarnya.

Dari sekian banyak masukan yang diterima, sektor pembangunan infrastruktur fisik mendominasi jalannya dialog. Selain perbaikan kualitas jalan desa, masyarakat juga mengusulkan beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti Jembatan dan Drainase, ntuk memperlancar mobilitas warga dan mencegah genangan air saat musim hujan.

Serta penguatan jaringan irigasi, sebagai fasilitas krusial untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian dan mata pencaharian utama mayoritas warga setempat.

Ketua DPRD Polman mengakui bahwa pemenuhan infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan air bersih tidak bisa ditunda karena berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga.

“Kami sangat memahami bahwa akses jalan yang mantap, irigasi yang mengalir baik, dan ketersediaan air bersih adalah kebutuhan mendasar. Aspirasi ini segera kami bawa ke meja pembahasan bersama Pemkab Polman untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kapasitas anggaran daerah,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, warga di kedua desa tersebut juga menitipkan harapan besar pada sektor pelayanan publik dan penguatan ekonomi keluarga.

Masyarakat berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah terkait Peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan desa, dukungan nyata berupa stimulus bagi sektor pertanian dan perikanan.

Penguatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih tepat sasaran. Dan perluasan lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran.

Sebagai bagian dari fungsi penganggaran dan pengawasan, DPRD Polman berkomitmen memastikan perencanaan pembangunan daerah ke depan berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan akar rumput.

Melalui pengawalan ketat terhadap hasil reses ini, pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar diharapkan bisa semakin tepat sasaran, berkeadilan, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa.