Ruang Redaksi — Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil truk tangki pengangkut BBM Pertamina dengan sepeda motor terjadi di Jalan Trans-Sulawesi, tepatnya di Kampung Tengah, Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Peristiwa tabrak lari tersebut terjadi pada Kamis (23/7) sekitar pukul 20.18 WITA. Akibat insiden ini, dua orang pengendara sepeda motor yang merupakan ayah dan anak harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka-luka di sekujur tubuh.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, terlihat detik-detik saat truk tangki Pertamina melaju searah dari arah Kabupaten Majene menuju ke arah Kabupaten Pinrang (Wonomulyo menuju Polewali).
Saat melintas di lokasi, truk tersebut tiba-tiba menyenggol sepeda motor berpelat nomor DC 2124 PR yang berada di sisi jalurnya.
Kerasnya benturan membuat pengendara motor hilang kendali. Hamzah (50), sang pengemudi yang bekerja sebagai petani, terlempar hingga jatuh ke dalam saluran irigasi. Sementara putrinya, Dwi Fatimah (21), terpelanting di atas badan jalan.
Bukannya berhenti untuk memberikan pertolongan, truk tangki BBM tersebut justru tancap gas dan terus melanjutkan perjalanan meninggalkan para korban di lokasi.
Suara benturan yang cukup keras membuat warga sekitar terkejut dan keluar rumah. Melihat dua korban tergeletak tak berdaya, warga langsung bergerak cepat melakukan evaluasi ke RSUD H. Andi Depu Polewali.
Akibat kejadian tersebut, Hamzah mengalami luka robek pada wajah, pendarahan dari hidung, serta luka lecet di tangan dan lutut. Sedangkan Dwi Fatimah mengalami luka lecet pada wajah, tangan, dan kaki, serta mengeluhkan nyeri hebat di bagian dada.
Kasat Lantas Polres Polman, IPTU Jamaluddin, membenarkan adanya peristiwa dugaan tabrak lari tersebut. Pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi pelaku lantaran truk langsung kabur dari TKP. Namun, kasus ini berhasil diungkap dua hari kemudian berbekal analisis rekaman pemantau jalan raya.
“Kami berkoordinasi dengan tim Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Sulbar untuk memeriksa dan mengkaji rekaman gambar CCTV sesaat sebelum dan sesudah kejadian. Berdasarkan hasil rekaman gambar tersebut, kendaraan yang terlibat akhirnya berhasil kami ungkap dua hari setelah kejadian,” kata IPTU Jamaluddin, saat ditemui Kamis (30/7/2026).

Saat ini, satu unit armada truk tangki BBM yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mako Polres Polman sebagai barang bukti. Kendati demikian, kepolisian masih terus mendalami status hukum dari pengemudi truk tersebut.
“Sopir saat ini kami kenakan wajib lapor. Kami masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bahan keterangan untuk menganalisis, apakah pengemudi sadar telah menyerempet korban atau tidak melihatnya. Setelah tahap penyelidikan rampung, baru akan kita tentukan statusnya saat naik ke penyidikan,” tegas Jamaluddin.
Sementara itu, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kondisi kedua korban warga Desa Tapango Barat tersebut saat ini sudah mulai membaik dan dalam kondisi stabil di bawah penanganan tim medis. Total kerugian material akibat kerusakan sepeda motor diperkirakan mencapai Rp500 ribu.




