Ruang Redaksi — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, Perum Bulog Kantor Cabang Polewali Mandar (Polman) menyuplai komoditas pangan murah ke dua wilayah, yakni Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa, pada Kamis (22/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional yang digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Selain dihadiri langsung oleh masyarakat setempat, pelaksanaan GPM serentak ini juga terhubung melalui telekonferensi dengan jajaran pemerintah pusat dan daerah lain.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Polman, Hadir Alamsyah, menjelaskan bahwa kegiatan kolaboratif bersama Pemerintah Daerah dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Majene serta Mamasa ini bertujuan memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas.

“Dalam rangka menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia, kami menyediakan berbagai komoditas pangan pokok. Di antaranya Beras SPHP sebanyak 2 ton dan Minyakita sekitar 2.000 liter,” kata Hadir, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/10/2026).

Selain beras dan minyak goreng Minyakita, gelaran pangan murah tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Beras SPHP Diserbu Warga Saat Kegiatan GPM di Mamasa. (Foto: Istimewa)

Pelaksanaan program pangan murah secara nasional ini turut mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet. Ia menekankan pentingnya efektivitas intervensi pemerintah agar manfaat penurunan harga benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat sesuai daya beli mereka.

Menurut pandangannya, salah satu fokus evaluasi pemerintah saat ini adalah memformulasikan harga pangan yang ideal. Pasalnya, di tengah produktivitas sejumlah komoditas yang dinilai cukup tinggi, beberapa bahan pokok masih menunjukkan tren kenaikan harga di pasaran.

Evaluasi menyeluruh ini menjadi rujukan penting untuk mengukur sejauh mana efektivitas intervensi pasar, termasuk mengefektifkan rantai distribusi pangan nasional ke depannya.

Melalui sinergi antara Perum Bulog dan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu meredam laju inflasi daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Majene dan Mamasa.