Ruang Redaksi – Ditengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi kawasan pesisir saat ini, masyarakat Desa Mampie kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga alam melalui Festival Penyu Mampie 2026. Memasuki pelaksanaan yang ketujuh, festival tahunan yang digagas Komunitas Sahabat Penyu ini telah berkembang menjadi salah satu agenda lingkungan dan wisata edukasi yang konsisten mengampanyekan pentingnya pelestarian ekosistem laut.
Tahun ini, Festival Penyu Mampie mengusung tema “Menjaga Jejak, Mewariskan Samudra”, sebuah pesan yang mengajak masyarakat untuk menjaga ruang hidup laut dan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang. Kegiatan akan berlangsung selama empat hari di kawasan Rumah Penyu Pantai Mampie, Kabupaten Polewali Mandar.
Founder Sahabat Penyu, Muh. Yusri, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari kegelisahan terhadap masih tingginya ancaman terhadap keberadaan penyu. Satwa yang telah hidup sejak jutaan tahun lalu tersebut masih menjadi sasaran perburuan, baik untuk diambil telurnya maupun dikonsumsi dagingnya.
“Festival Penyu menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengampanyekan isu lingkungan kepada masyarakat. Di festival, semua orang berkumpul, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa hingga orang tua. Di situlah pesan-pesan konservasi lebih mudah diterima,” kata Yusri dalam keterangan rilis yang diterima Senin (22/6/2026).
Menurutnya, pelestarian penyu tidak hanya berbicara tentang menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan. Sebagai satwa migran yang berperan penting dalam rantai kehidupan laut, keberadaan penyu menjadi indikator kesehatan lingkungan pesisir dan lautan.
Agar pesan konservasi dapat diterima dengan cara yang menyenangkan, panitia mengemas festival dalam berbagai kegiatan edukatif dan hiburan yang melibatkan banyak kalangan. Beragam lomba akan digelar, mulai dari lomba perahu nelayan Mandar, lomba bagi pelajar, hingga lomba mewarnai gambar penyu untuk anak-anak taman kanak-kanak.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan lapak literasi, bincang komunitas, kemah konservasi, aksi bersih pantai, penanaman pohon, susur Sungai Teluk Mampie, pameran UMKM, serta berbagai aktivitas edukasi yang berfokus pada kampanye lingkungan dan pelestarian kawasan pesisir.
Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak. Ketua Panitia Festival Penyu Mampie 2026, Muh. Askar Al Qadri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut melibatkan banyak elemen masyarakat, mulai dari komunitas pegiat lingkungan, komunitas literasi, mahasiswa, pelajar, anak sekolah, pelaku usaha, pemerintah hingga masyarakat umum.
“Festival Penyu bukan hanya milik komunitas Sahabat Penyu, tetapi menjadi ruang bersama bagi semua pihak yang peduli terhadap masa depan lingkungan. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula dampak kampanye yang bisa kita bangun,” katanya.
Selama tujuh tahun penyelenggaraan, Festival Penyu Mampie telah menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia tumbuh menjadi gerakan sosial yang mempertemukan konservasi, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu panggung yang sama.
Dari pesisir Mampie, pesan itu terus digaungkan: menjaga alam hari ini berarti memastikan generasi masa depan tetap dapat menikmati laut yang bersih, pantai yang lestari, dan kehidupan yang berkelanjutan. Sebab, menjaga jejak hari ini adalah bagian dari upaya mewariskan samudra untuk esok.




