Ruang Redaksi – Semangat Hari Kartini tidak sekadar dirayakan dengan seremoni, namun diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Hj. Fatmawaty Salim saat mengulurkan tangan untuk membantu Kasmin (20), seorang pemuda yang tengah berjuang melawan keterbatasan fisik di Dusun Pati’di, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat.
Melalui tim relawannya, Fatmawaty menyalurkan bantuan paket sembako dan santunan untuk meringankan beban Kasmin. Pemuda ini diketahui mengalami kelumpuhan total pasca-gempa bumi Majene yang mengguncang Sulawesi Barat beberapa tahun silam.
Kondisi Kasmin sangat memprihatinkan. Sejak bencana tersebut merenggut kemampuannya untuk berjalan bahkan dengan bantuan tongkat sekalipun ia kini praktis hanya bisa terbaring.
Kasmin tinggal bersama kakaknya di sebuah rumah sederhana. Yang paling menyayat hati, rumah tersebut tidak memiliki fasilitas sanitasi atau WC. Setiap kali Kasmin ingin buang air besar, sang kakak harus menggendong tubuh adiknya itu menuju semak-semak di sekitar rumah mereka.
“Situasi ini adalah potret nyata saudara kita yang luput dari perhatian. Kami hadir tidak hanya membawa bantuan, tapi juga membawa pesan bahwa mereka tidak sendirian,” ujar salah satu tim relawan saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Aksi sosial ini bukan sekadar bantuan spontan. Bagi Fatmawaty Salim, kepedulian ini merupakan perwujudan amanah dari almarhum suaminya, tokoh karismatik Mandar, Salim S. Mengga.
“Almarhum (Salim S. Mengga) selalu mengingatkan kami untuk peka terhadap kesulitan orang lain. Apa yang kami serahkan hari ini adalah bentuk komitmen kami menjaga amanah beliau, agar semangat peduli sesama tetap hidup di Tanah Mandar,” ungkap Hj. Fatmawaty dalam keterangan tertulisnya.
Aksi yang dilakukan di nuansa bulan Kartini ini menjadi refleksi atas nilai-nilai perjuangan RA Kartini mengenai empati dan keberpihakan kepada kaum rentan. Fatmawaty menegaskan bahwa tanggung jawab kemanusiaan tidak boleh terbatas pada momentum tertentu.
“Jiwa Kartini adalah tentang keberanian untuk berbuat baik. Kami berharap langkah kecil ini bisa sedikit meringankan duka Kasmin dan keluarganya, sekaligus mengetuk pintu hati pihak-pihak lain untuk ikut peduli,” tutupnya.
Bantuan ini diharapkan dapat memicu perhatian lebih luas, terutama terkait kebutuhan mendesak akan fasilitas sanitasi yang layak bagi Kasmin, guna memberikan martabat dan kenyamanan di tengah keterbatasan fisiknya.




