Ruang Redaksi – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Campalagian menggelar kegiatan pelepasan purna bakti bagi anggota PGRI periode 2025–2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Gedung Mario, Campalagian, pada Jumat (9/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, Ketua PGRI Kabupaten Polewali Mandar, para kepala sekolah, serta guru se-Kecamatan Campalagian.
Sebanyak 23 anggota PGRI resmi memasuki masa purna bakti, yang terdiri atas 4 kepala sekolah dan 19 guru dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Campalagian.
Sebagai bentuk penghormatan, para purna bakti menerima cenderamata atas dedikasi mereka, termasuk hadiah istimewa dari Bupati Polewali Mandar.
Dalam sambutannya, Pembina PGRI Cabang Campalagian, Alimuddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada para guru yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya. Ia juga menitipkan pesan kepada generasi penerus.
“Saya mendorong pengurus PGRI dan generasi pendidik selanjutnya untuk terus melanjutkan perjuangan dan pengabdian organisasi secara berkelanjutan,” ujar Alimuddin.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru dan tenaga kependidikan yang memasuki masa pensiun. Menurutnya, masa purna bakti adalah fase baru dari pengabdian panjang.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan staf di lingkup Kecamatan Campalagian yang memasuki masa purna bakti. Purna bakti bukanlah episode terakhir, melainkan salah satu fase dari pengabdian panjang dan penuh keteladanan dalam mencerdaskan anak-anak Polewali Mandar,” ungkapnya.
Bupati menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen strategis untuk memajukan daerah. Oleh karena itu, peran guru sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Samsul Mahmud secara khusus menyoroti peran strategis Kecamatan Campalagian yang memiliki jumlah tenaga pendidik terbanyak di Kabupaten Polewali Mandar.
“Karena itu, pendidikan di Campalagian harus terus kita dorong agar semakin maju, berkualitas, berintegritas, dan inovatif. Kualitas pendidik menentukan kualitas pendidikan, dan pendidikan yang baik menjadi indikator kemajuan daerah,” jelas Bupati.
Selain menyoroti kualitas, ia menekankan pentingnya pemutakhiran data peserta didik secara berkala agar kebijakan pendidikan tepat sasaran. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tenaga pendidik melalui pemerataan guru dan peningkatan kualitas sumber daya pendidik.
Bupati berharap para guru purna bakti tidak berhenti berkontribusi di lingkungan sosial.
“Jasa dan keteladanan guru tidak pernah berakhir. Meski telah purna bakti, tetaplah aktif di masyarakat, menjaga integritas, dan terus menjadi teladan. Semua ini membutuhkan keterlibatan dan dukungan semua pihak sebagai wujud komitmen bersama,” pungkasnya.
Acara pelepasan ini ditutup dengan doa bersama yang diikuti oleh seluruh tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dalam keluarga besar PGRI Cabang Campalagian.




