Ruang Redaksi — Aksi kekerasan terjadi di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Seorang pengawas SPBU di Simbuang, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, harus dilarikan ke rumah sakit usai ditebas parang oleh seorang sopir truk pada Rabu (23/9/2026).
Korban bernama Abd Rahim (58), yang sehari-hari bertugas mengatur antrean pengisian bahan bakar, mengalami luka sabetan senjata tajam yang cukup serius di bagian punggung. Sementara pelaku diketahui bernama Ahmad Fauzi alias AF (23), seorang sopir truk.
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, membenarkan insiden penganiayaan berat tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari cekcok mulut di tengah padatnya antrean pengisian BBM jenis solar.
“Hasil keterangan saksi-saksi di TKP dan identifikasi rekaman CCTV memperlihatkan bahwa kejadian diawali dari teguran korban kepada pelaku yang mengemudikan truk. Pelaku saat itu memotong atau menyerobot antrean kendaraan,” ujar Ferdyan kepada awak media, Rabu (23/9/2026).
Menurut Ferdyan, petugas SPBU sebenarnya tengah menjalankan tugas untuk menertibkan antrean solar yang cukup panjang agar seluruh kendaraan baik armada ekspedisi, bus antarprovinsi, maupun truk dapat terakomodasi secara adil.
Namun, aksi nekat pelaku yang melambung dan menyerobot antrean memicu teguran keras dari korban. Tak terima dimarahi dan tersinggung oleh umpatan kasar yang terucap saat adu mulut, pelaku yang diselimuti emosi kemudian kembali ke truknya untuk mengambil sebilah parang.
“Pelaku kembali ke kendaraan mengambil senjata tajam jenis parang, lalu berjalan mendekati korban dari belakang. Saat itu korban sedang berjalan kembali menuju area kantor SPBU,” jelas Kapolresta.
Aksi penyerangan tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) SPBU. Dalam rekaman, korban sempat berupaya membela diri dengan tangan kosong saat diserang mendadak. Namun, sabetan parang pelaku mengenai punggung korban hingga mengakibatkan luka robek yang dalam.
Usai menerima laporan warga dan petugas SPBU, aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melarikan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju.
“Korban langsung kita evakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil visum dan keterangan dokter, luka korban cukup terbuka dan membutuhkan tindakan penjahitan. Saat ini korban masih menjalani rawat inap,” tutur Ferdyan.
Saat ini, kepolisian telah mengantongi identitas pelaku serta bukti rekaman CCTV, dan tengah melakukan pengejaran intensif terhadap Ahmad Fauzi yang melarikan diri usai melakukan aksi penganiayaan tersebut.



